Coach UMKM Andi Syeh: SOP Sederhana Kunci Konsistensi Rasa dan Pelayanan
- 07 Jun 2026 07:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dalam bisnis kuliner, tantangan paling klasik yang kerap dihadapi pelaku UMKM adalah menjaga konsistensi rasa dan pelayanan, terutama ketika usaha mulai berkembang dan melibatkan banyak karyawan. Hal ini disampaikan oleh Coach Andi Syeh Abdillah, Business Development & Franchise Manager (Pak Tjomot–Sogogi–Butterplate) sekaligus Konsultan Pendamping UMKM, saat obrolan teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar, pada hari Jumat 5 Juni 2026.
Menurutnya, banyak usaha kuliner yang awalnya sukses karena rasa “signature” owner, namun mulai menurun saat sudah dikerjakan oleh tim. “Masalah paling besar di UMKM F&B itu bukan cuma jualan laku atau tidak, tapi bagaimana rasa ayam geprek, kopi, atau menu lainnya tetap sama meskipun yang masak berbeda orang,” ujarnya.
Menurut Coach Andi, kesalahan umum pelaku UMKM adalah membuat SOP terlalu panjang, kompleks, dan sulit dipahami karyawan. Padahal, kunci utama SOP di bisnis kuliner adalah sederhana, visual, dan bisa diulang. Ia menegaskan bahwa SOP harus mampu menjawab satu hal penting: “bagaimana caranya rasa buatan owner bisa 100% sama dengan karyawan?”
LANGKAH MENYUSUN SOP SEDERHANA UNTUK UMKM KULINER
Coach Andi menjelaskan beberapa prinsip dasar dalam menyusun SOP yang efektif:
- Standarisasi takaran (gramasi & ukuran) Semua bahan harus punya ukuran pasti, bukan “kira-kira”. Contoh: sambal 30 gram, ayam 1 potong 120 gram, kopi 18 gram per shot.
- Gunakan alat ukur, bukan insting Timbangan, sendok takar, dan cup harus menjadi standar wajib agar tidak ada perbedaan rasa antar karyawan.
- SOP dalam bentuk visual “Lebih mudah karyawan mengikuti gambar atau video dibanding teks panjang,” jelasnya.
- Checklist proses kerja Setiap tahap produksi dibuat urut dan bisa dicek: mulai dari persiapan bahan, proses memasak, sampai plating.
- Food tasting rutin oleh owner atau supervisor Minimal 2–3 kali seminggu untuk memastikan rasa tetap sesuai standar awal.
SOP pelayanan (service script) Tidak hanya rasa, cara menyapa pelanggan, kecepatan melayani, hingga cara handling komplain juga harus distandarkan.
Coach Andi menegaskan bahwa dalam bisnis franchise maupun UMKM yang ingin berkembang, kreativitas karyawan harus dibatasi pada sistem, bukan rasa.
“Kalau mau berkembang jadi brand, jangan semua orang masak dengan versi sendiri. SOP itu dibuat supaya rasa tidak berubah walaupun orangnya berganti,” tegasnya.
Ia menambahkan, banyak bisnis kuliner gagal berkembang bukan karena tidak enak, tetapi karena tidak konsisten. Pelanggan datang karena rasa yang sama, bukan rasa yang berubah-ubah.
Dengan SOP yang sederhana namun disiplin dijalankan, UMKM kuliner seperti ayam geprek, kopi, atau minuman kekinian dapat menjaga kualitas produk tetap stabil meski usaha berkembang.
“Bisnis yang besar bukan yang paling kreatif, tapi yang paling konsisten,” tutup Coach Andi Syeh Abdillah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....