UPPKA Tenrigangkae Dorong UMKM dan Kesejahteraan Warga
- 13 Mei 2026 21:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros dinilai mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga. Melalui berbagai pelatihan keterampilan dan usaha rumahan, masyarakat kini mulai memiliki penghasilan tambahan dari produk yang mereka hasilkan sendiri.
Pembina UPPKA Permata Mangkasa, Hj Husnah Hamzah dalam program “UMKM Bicara” Pro 1 RRI Makassar, Senin 11 Mei 2026, menjelaskan UPPKA merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berada di bawah pembinaan BKKBN. Program tersebut bertujuan membantu keluarga meningkatkan pendapatan melalui usaha produktif sesuai kemampuan dan minat masyarakat.
“UPPKA itu adalah usaha peningkatan pendapatan keluarga akseptor. Jadi memang kami diwajibkan membina masyarakat agar bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi,” jelas Husna.
Ia mengungkapkan, sejak ditempatkan di Desa Tenrigangkae pada 2018, dirinya mulai mendata ibu-ibu rumah tangga yang belum memiliki penghasilan tetap. Dari sana, masyarakat kemudian dikelompokkan berdasarkan minat usaha, mulai dari keterampilan membuat tas, kerajinan, hingga produk makanan dan minuman.
“Awalnya saya cari ibu-ibu yang belum punya penghasilan. Ada yang mau belajar keterampilan, ada yang mau buat makanan dan minuman. Jadi saya kelompokkan sesuai minat mereka supaya lebih mudah berkembang,” ujarnya.

Melalui pelatihan yang dilakukan secara bertahap, anggota kelompok kini mampu menghasilkan berbagai produk seperti tas rajut, pouch dari kain bekas, batik sibori, ecoprint, bawang goreng, hingga aneka kue tradisional. Produk-produk tersebut bahkan telah dipasarkan hingga ke luar Sulawesi, seperti Papua dan Kalimantan, meski sebagian besar masih menggunakan sistem pre-order.
Selain pelatihan keterampilan, kelompok UPPKA juga mendapat pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga sertifikasi halal. Husna menyebut hal tersebut penting agar produk masyarakat dapat bersaing dan masuk ke pasar yang lebih luas.
“Kalau produknya bagus tapi legalitasnya tidak ada, itu susah berkembang. Jadi kami bantu urus mulai dari NIB, PIRT sampai halalnya supaya lebih dipercaya,” katanya.
Saat ini, UPPKA binaannya telah berkembang menjadi empat kelompok usaha dengan puluhan anggota. Masing-masing kelompok memiliki produk unggulan yang berbeda, mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga produk fesyen berbahan ecoprint dan batik sibori.
Menurut Husna, dampak program tersebut mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah anggota kelompok kini mampu memperoleh penghasilan sendiri, bahkan ada yang membeli kendaraan operasional dari hasil usaha UMKM yang dijalankan.
“Alhamdulillah ada yang sudah beli motor dari hasil usahanya. Jadi memang program ini membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” tuturnya.
Ke depan, Husna berharap anggota kelompok UMKM binaannya dapat memperoleh lebih banyak pelatihan, khususnya terkait pemasaran digital dan pembukuan usaha berbasis online. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu memperluas pasar produk UMKM Desa Tenrigangkae.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....