Hijab Bermotif Lontara Bugis-Makassar, Hidupkan Identitas Kultural Sulsel
- 20 Apr 2026 18:56 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Hijab Lontara Bugis-Makassar merupakan sebuah inovasi busana muslim yang sangat unik karena memadukan unsur religiusitas dengan kekayaan intelektual suku Bugis-Makassar. Penggunaan motif aksara Lontara pada kain hijab bukan sekadar tren fesyen semata, melainkan sebuah upaya untuk menghidupkan kembali identitas kultural Sulawesi Selatan dalam bentuk yang lebih modern.
Menurut Aribah Tul Nafisah Owner Fashion Hijab La Paelori dalam Program Teras UMKM Pro4 RRI Makassar mengatakan, awal mulanya di tahun 2015 ia melihat motif di sebuah kain yang pada ujung kain tersebut terdapat aksara lontara Bugis-Makassar. “Sehingga terinspirasi untuk membuat hijab dari ujung kain tersebut dan dijadikan motif di area wajah, akhirnya masuk di UMKM lalu diberikanlah nama produk Aribah Jilbab(Hijab), tantangannya saat itu adalah membuat produk hijab yang bertuliskan Aksara Lontara Bugis-Makassar yang belum banyak di jumpai di pasaran tidak seperti saat ini, "ujarnya Minggu, 19 April 2026.
Aribah menambahkan dengan adanya tantangan tersebut dan akhirnya mendapatkan perintingan (proses penerapan motif, desain, atau warna pada bahan tekstil menggunakan mesin cetak (digital atau konvensional)) tapi di luar Kota Makassar, karena tertarik dengan etnik aksara lontara Bugis-Makassar maka di buatlah Hijab Aribah yang diambil dari namanya sendiri.
Lebih lanjut Aribah mengatakan dengan menekuni bisnis hijab ini dari waktu ke waktu ia fikir bahwa bisnis itu tidak semata-mata harus terkenal atau di ketahui orang saja tetapi bisnis itu harus bisa bertahan di tengah persaingan yang begitu pesat dengan pemasaran melalui Tiktok, Instagram dan WhatsApp.
“Karena banyaknya saingan akhirnya Aribah membuat terobosan untuk rebranding produk Hijab Aribah menjadi nama La Paelori di tahun 2020 dan tetap mengangkat etnik lokal hingga tahun 2025 kemarin, membuat terobosan lagi untuk bukan hanya membuat produk aksara lontara Bugis-Makassar saja tetapi sudah merambah ke motif lokal Indonesia”, ucap Aribah.
Sebagai kesimpulan, hijab Lontara Bugis-Makassar adalah representasi sempurna dari harmoni antara agama, budaya, dan estetika yang membuktikan bahwa identitas lokal tidak harus hilang demi tuntutan zaman, melainkan bisa bersinar terang melalui media-media baru. Dengan terus berkembangnya inovasi pada hijab Lontara, diharapkan kekayaan intelektual suku Bugis-Makassar akan terus lestari dan semakin dikenal luas sebagai bagian tak terpisahkan dari keberagaman busana muslim di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....