Miniatur Kapal Pinisi dari Eceng Gondok Karya UKM Makassar

  • 24 Feb 2026 19:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Kerajinan eceng gondok kini naik kelas dengan hadirnya miniatur Kapal Pinisi yang dibuat dengan detail luar biasa oleh Komunitas Pemberdayaan Kasih Bunda Makassar. Produk ini menjadi salah satu best-seller karena menggabungkan kearifan lokal Sulawesi Selatan dengan pemanfaatan limbah alam.

Angel, selaku penggerak UKM ini, menyebutkan bahwa Kapal Pinisi dipilih sebagai ikon untuk memperkenalkan budaya Bugis-Makassar kepada masyarakat luas melalui media anyaman. Proses pembuatan satu unit miniatur Pinisi bukanlah hal mudah karena memerlukan teknik anyaman khusus dan ketekunan ekstra.

Mengikuti aturan adat, miniatur ini dibuat dengan tujuh helai layar yang melambangkan filosofi masyarakat Sulawesi Selatan. Angel menjelaskan saat di wawancara program teras umkm pro 4 RRI makassar bahwa bahan eceng gondok yang digunakan harus dipilih yang memiliki serat panjang agar hasil anyaman lebih rapi dan kokoh tanpa banyak sambungan.

Keunikan produk ini menarik minat banyak pihak, termasuk tamu-tamu mancanegara yang menginap di hotel-hotel besar seperti Hotel Hyatt. Bahkan, wisatawan seringkali membeli produk ini untuk dibawa pulang ke luar daerah karena terkesan dengan teksturnya yang alami dan desainnya yang estetik.

"Banyak tamu dari Jawa atau turis asing yang mencari sesuatu yang unik dan tidak meninggalkan nilai sejarah, dan Pinisi eceng gondok ini jawabannya," jelas Angel.

Selain Kapal Pinisi, komunitas ini juga memproduksi berbagai macam tas, topi, hingga dekorasi rumah lainnya. Angel menekankan bahwa meskipun menghadapi persaingan dengan bahan sintetis, produk berbahan alam memiliki daya tarik tersendiri yang lebih hangat dan ramah lingkungan.

Pemasaran dilakukan melalui media sosial seperti Facebook dan melalui galeri-galeri UMKM di Makassar seperti di BSI UMKM Center dan Bea Cukai.Melalui usaha ini, Angel berharap generasi muda juga tertarik untuk mempelajari seni menganyam sebagai bagian dari pelestarian budaya nenek moyang.

Ia sering menerima mahasiswa yang melakukan penelitian atau sekadar ingin belajar teknik mengolah eceng gondok. Dengan visi lima tahun ke depan, ia ingin produk kerajinan ini tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga bisa menembus pasar ekspor dengan kemasan yang lebih profesional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....