Tingkatkan Daya Saing, Pengrajin Tenun Bira Ikuti Pelatihan Desain
- 10 Mar 2026 09:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Bulukumba - Untuk meningkatkan daya saing produk, puluhan Pengrajin Tenun Bira Bulukumba, saat ini mengikuti pelatihan pengembangan desain. Perlatihan yang berlangsung mulai tanggal 9 sampai tanggal 13 Maret 2026 itu menghadirkan pemateri seorang Prakrisi dan Pengusaha Kriya Nasional Bustan Effendi.
Kabid Humas Dinas Kominfo Bulukumba Andi Ayatullah Ahmad, Selasa 10 Maret 2026 menjelaskan, pelatihan ini dipusatkan di Sentra Industri KeciI Menengah (IKM) Bira. Sedang materi yang diberikan mencakup teknik dasar desain, konsep pola, hingga praktik langsung pembuatan produk tenun lainnya seperti selendang atau syal.
Bustan Effendi yang akrab disapa mas Vinto dalam pengantarnya memuji Tenun Bira sebagai produk lokal yang masih terjaga orisinalitasnya. Namun demikian, salah satu kendala atau kelemahan dari produk ini adalah desain motif yang masih monoton.
"Saya diundang ke sini untuk membantu desain motif baru tenun Bira ini. Dekranasda menaruh harapan ada pengembangan desain desain baru yang lebih modern," ungkap Vinto yang beberapa bulan lalu juga memberikan pelatihan Anyaman daun lontar di IKM.
Corak tradisionalnya, lanjut Vinto tetap dipertahankan, tapi ia juga mendorong dan mencoba mengajarkan corak yang lebih modern sehingga pasar dari tenun Bira ini juga lebih luas. "Dengan pengembangan motif yang baru dan modern, tenun Bira ini dapat dinikmati dan digunakan oleh berbagai kalangan secara luas," bebernya.
Pada pelatihan ini Vinto mengajarkan pembuatan contoh membuat corak gradasi warna untuk selendang. Dengan motif baru itu, katanya, anak anak muda atau millenial bisa menggunakan corak ini baik itu baju, syal atau hanya sekedar outfit.
Salah seorang penenun Tasmawati, mengungkapkan bahwa kehadiran pak Vinto sedikitnya telah merubah mindset para penenun dalam membuat corak yang selama ini monoton dengan corak yang tradisional. Secara kemampuan ia mengaku sudah memiliki dasar, tapi belum berani mencoba motif yang lebih modern.
"Mudah mudahan setelah pelatihan ini, kita sudah punya corak atau motif yang lebih modern tanpa meninggalkan corak lama karena masing masing ada peminatnya," ungkapnya