Komunitas Pemberdayaan Kasih Bunda Sulap Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai
- 24 Feb 2026 18:54 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR – Angel, pendiri Komunitas Pemberdayaan Kasih Bunda Makassar, saat hadir di studio pro 4 RRI makassar mengisi program teras UMKM Senin, 23 Februari 2026 membuktikan bahwa tanaman eceng gondok yang sering dianggap gulma pengganggu perairan bisa menjadi sumber ekonomi kreatif. Melalui komunitas ini, ia merangkul puluhan ibu rumah tangga di wilayah Kecamatan Mamajang, khususnya Kelurahan Sambung Jawa, untuk mengolah tanaman tersebut menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi. Langkah ini diambil bukan hanya untuk menambah penghasilan keluarga, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dalam wawancaranya, Angel mengungkapkan bahwa inspirasinya datang dari pengalamannya sebagai fasilitator keuangan di daerah yang sering berinteraksi dengan kelompok perempuan. Ia melihat potensi besar pada ibu-ibu di lingkungannya yang memiliki waktu luang namun terbatas secara ekonomi.
"Saya ingin menggali potensi mereka. Tidak ada manusia yang tidak bisa jika mau belajar," ujarnya menekankan pentingnya kepercayaan diri bagi perempuan untuk mandiri secara finansial.
Proses pembuatan kerajinan ini dimulai dari pengambilan eceng gondok di rawa-rawa atau kanal sekitar Makassar. Tanaman tersebut kemudian dicuci bersih layaknya memandikan bayi untuk menghilangkan kotoran dan lendir, lalu dijemur selama satu minggu di bawah terik matahari hingga benar-benar kering.
Menurut Angel, kunci utama dari produk mereka adalah desain yang modern dan unik, sehingga mampu bersaing dengan produk berbahan sintetis atau plastik. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah faktor cuaca, terutama saat musim hujan yang membuat proses pengeringan menjadi lama dan berisiko menimbulkan jamur.
Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat para anggota komunitas. Angel bahkan sering mendorong anggotanya untuk tampil di depan publik melalui berbagai pameran agar mereka merasa bangga dengan hasil karya tangannya sendiri. "Ilmu itu percuma kalau cuma pintar sendiri, orang lain harus merasakan manfaatnya," tuturnya.
Kini, produk dari Komunitas Kasih Bunda telah merambah pasar yang luas, mulai dari hotel-hotel berbintang hingga dipesan sebagai oleh-oleh oleh wisatawan asal Jawa. Angel berharap ke depannya komunitas ini bisa semakin sejahtera sehingga tidak ada lagi anak-anak di lingkungannya yang putus sekolah atau terjerumus dalam masalah sosial.
Ia percaya bahwa jika seorang ibu pintar mengelola potensi diri dan ekonomi, maka kesejahteraan keluarga akan terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....