SSIC 2026 Dorong Hilirisasi Investasi Berkelanjutan di Sulsel

  • 29 Agt 2026 07:23 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, MAKASSAR - Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong lahirnya proyek-proyek investasi unggulan yang mampu memperkuat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 yang digelar Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan atau PINISI SULTAN di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, kemarin.

Mengusung tema “Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan”, SSIC 2026 menjadi wadah untuk menghasilkan proyek investasi daerah yang layak dan siap ditawarkan kepada calon investor. SSIC merupakan program tahunan Forum PINISI SULTAN yang telah berlangsung sejak 2021. Pada tahun ini, proses seleksi menghasilkan 22 usulan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dari 21 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 18 usulan dari 16 daerah.

Setelah melalui tahapan seleksi, verifikasi lapangan, dan pendampingan teknis bersama PT SMI, lima proyek unggulan terpilih untuk dipresentasikan pada babak final. Kelimanya adalah Industri Pakan Ternak Kabupaten Jeneponto, Industri Tepung Beras Kabupaten Sidrap, Industri Minyak Ikan Andalan Kabupaten Sinjai, Perkebunan Kopi Arabika Specialty Terintegrasi Kabupaten Toraja Utara, serta Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular Kabupaten Barru.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, yang mewakili Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda, mengapresiasi seluruh finalis dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SSIC 2026. Menurutnya, proyek investasi unggulan tersebut merupakan bagian dari pipeline investasi Sulawesi Selatan yang ke depan perlu diarahkan untuk memperkuat basis industri daerah, mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok, memperluas pasar ekspor, dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten III, A. Darmawan Bintang, menegaskan SSIC bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis untuk menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Lima finalis kemudian mempresentasikan proyek investasi masing-masing di hadapan dewan juri yang terdiri atas Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Prof. Marsuki, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan Asrul Sani, serta Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT SMI Tata Sumirat.

Berdasarkan hasil penilaian, Industri Minyak Ikan dari Kabupaten Sinjai ditetapkan sebagai IPRO Terbaik I SSIC 2026. Posisi kedua diraih Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular dari Kabupaten Barru, sementara Industri Pakan Ternak dari Kabupaten Jeneponto meraih posisi terbaik ketiga.

“Penghargaan yang diberikan pada hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal menuju tahapan yang lebih menentukan, yaitu mempertemukan proyek dengan investor, memperoleh komitmen, dan mewujudkannya menjadi investasi. Realisasi investasi tersebut akan menciptakan lapangan pekerjaan dan pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Firman Hidayat dalam keterangan persnya Jumat (28/8/2026).

Ke depan, proyek-proyek hasil SSIC 2026 akan terus diperkuat, terutama dari aspek kesiapan lahan, legalitas dan perizinan, ketersediaan infrastruktur, skema bisnis dan pembiayaan, kepastian off-taker, hingga kelayakan finansial. Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Forum PINISI SULTAN juga akan melanjutkan fasilitasi pengembangan serta promosi proyek melalui market sounding, business matching, forum investasi, dan perluasan jejaring dengan investor nasional maupun internasional.

Salah satu upaya lanjutan akan dilakukan melalui Sulampua Investment Forum (SIF) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Makassar. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai destinasi investasi yang kompetitif, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....