OJK Sulselbar Sebut Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital

  • 03 Agt 2026 10:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai literasi keuangan menjadi fondasi utama dalam menghadapi pesatnya perkembangan layanan keuangan berbasis digital. Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin menilai pemahaman masyarakat harus diperkuat agar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman.

Dikatakan digitalisasi sektor jasa keuangan menghadirkan berbagai kemudahan, tetapi juga membawa tantangan baru yang harus dipahami masyarakat.

"Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor jasa keuangan, masyarakat dituntut tidak hanya mampu memanfaatkan layanan keuangan digital, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa keuangan," ujar Muchlasin, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami karakteristik setiap produk keuangan sebelum menggunakannya agar tidak terjebak pada layanan ilegal maupun investasi bodong. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi sebagai bagian dari perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak membagikan PIN maupun kode OTP kepada siapa pun, serta tidak mudah percaya pada tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko," jelas Muchlasin.

Selain memperkuat literasi, pihaknya terus mendorong peningkatan inklusi keuangan agar masyarakat dapat mengakses produk dan layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

"Dengan masyarakat paham tentang inklusi keuangan maka akan paham pula menyusun anggaran, mengelola utang, membangun kebiasaan menabung, serta mengenali berbagai bentuk penipuan digital yang marak terjadi Dengan tingkat literasi keuangan yang baik, masyarakat tidak hanya lebih siap menghadapi tantangan era digital, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memperkuat ketahanan finansial dalam jangka panjang,"pungkas Muchlasin.

Ia berharap meningkatnya literasi dan inklusi keuangan akan menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....