BI Sulsel Gandeng Kreator Perkuat Literasi Ekonomi Syariah

  • 10 Jun 2026 12:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggandeng puluhan kreator konten dan insan media dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Konten Ekonomi Syariah Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 di Balai Phinisi, Makassar, Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Juni 2026 itu bertujuan memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah melalui pemanfaatan platform digital yang kini menjadi sumber utama informasi masyarakat.

Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Sulsel, Asnawi Gantina, mengatakan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menuntut pendekatan komunikasi yang lebih kreatif dan relevan.

“Kalau dulu masyarakat membaca koran atau menonton televisi, sekarang mereka lebih banyak terpapar media digital. Karena itu penyampaian informasi ekonomi dan keuangan syariah juga harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih kreatif, relevan, dan mudah dipahami,” ujar Asnawi.

Menurutnya, keberhasilan komunikasi publik tidak hanya bergantung pada kualitas konten, tetapi juga pada konteks yang menyertainya. Ketidaksesuaian antara keduanya dapat mengurangi efektivitas penyampaian pesan kepada masyarakat.

“Konten yang kuat tidak selalu efektif tanpa dukungan konteks yang tepat. Karena itu kami mengajak kreator konten dan media untuk tidak hanya menghasilkan konten yang menarik, tetapi juga mampu menyisipkan pesan-pesan ekonomi dan keuangan syariah,” katanya.

Asnawi mencontohkan konten ulasan kuliner dapat dipadukan dengan informasi mengenai sertifikasi halal sehingga mampu memperluas pemahaman masyarakat terhadap ekosistem halal yang sedang dikembangkan.

Ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal tidak hanya menyangkut produk akhir yang dikonsumsi masyarakat, tetapi juga seluruh rantai produksinya dari hulu hingga hilir.

“Kita ingin ekosistem halal berjalan dari hulu sampai hilir. Halal lifestyle diharapkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga mengumumkan pelaksanaan FESyar KTI 2026 yang akan digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Juli mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Sementara itu, narasumber ToT, Dr. Nasrullah, menjelaskan bahwa ekonomi syariah merupakan aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia yang dijalankan sesuai prinsip-prinsip syariat Islam.

“Dalam perspektif Islam, ketika aktivitas ekonomi dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, maka itulah yang disebut ekonomi Islam,” ujarnya.

Nasrullah menilai kreator konten memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah melalui konten digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ToT ini diikuti kreator konten dan perwakilan media dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari rangkaian Road to FESyar KTI 2026.(*)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....