Dollar Naik, Ini Dampak Positif dan Negatifnya

  • 09 Jun 2026 13:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Melemahnya Rupiah terhadap Dollar membawa pengaruh yang beragam, mencakup aspek positif maupun negatif bagi perekonomian nasional. Demikian disampaikan Prof. Dr. Muhammad Asdar, Pengamat Ekonomi dari Unhas Makassar dalam Dialog Makassar Menyapa Pagi, Senin, 8 Juni 2026.

“Iya, Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, yang kini telah mencapai angka Rp18.300 per Dolar AS, menjadi perhatian serius di tengah masyarakat tentunya ini membawa pengaruh yang beragam, mencakup aspek positif maupun negatif bagi perekonomian nasional kita, ada positifnya tetapi ada juga negatifnya,” ungkap Prof. Asdar dalam perbincangan bersama RRI.

Dikatakan, Secara positif, pelemahan nilai tukar Rupiah memberikan keuntungan bagi sektor ekspor. Komoditas ekspor andalan, seperti nikel, rumput laut, kakao, udang, dan kopi, akan mengalami peningkatan nilai, yang pada akhirnya dapat menambah devisa negara.

Namun, di sisi lain, terdapat dampak negatif yang cukup signifikan, terutama pada kenaikan harga barang-barang impor. Beberapa barang yang diimpor, seperti ponsel, laptop, bahan baku industri, mesin, hingga obat-obatan, mengalami kenaikan harga, yang memberikan tekanan pada biaya produksi.

Lebih lanjut, Prof Asdar mengatakan bahwa Kenaikan harga barang ini tentu berdampak langsung pada masyarakat melalui inflasi. Peningkatan harga barang-barang impor memicu kenaikan harga secara umum, sehingga daya beli masyarakat cenderung menurun, yang dapat memberatkan masyarakat luas.

Prof. Asdar menekankan perlunya kewaspadaan, karena ketidakstabilan ini dapat mempengaruhi pembangunan nasional. Pembangunan sangat membutuhkan stabilitas ekonomi, dan kondisi saat ini menuntut langkah antisipatif agar tidak memberikan dampak jangka panjang yang lebih merugikan.

Untuk mengatasi situasi ini, koordinasi yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah sangat diperlukan. Pemerintah diharapkan dapat mengatur pengeluaran dan penerimaan negara secara bijak guna menjaga stabilitas fiscal serta terus berkolaborasi dengan Bank Indonesia BI.

Ke depannya, penting bagi pihak terkait untuk menjaga kepercayaan publik, yang merupakan salah satu kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi. Tanpa kepercayaan dan ekspektasi yang terjaga, kondisi ekonomi yang stabil akan sulit tercapai. “Iya, kedepan pemerintah dan pihak terkait juga harus tetap menjaga kepercayaan public sebagai kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi kita,” kata Prof. Asdar kepada RRI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....