Sekda Sulsel Imbau Masyarakat Ubah Pola Konsumsi Kebutuhan
- 28 Mei 2026 10:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Ditengah kondisi ekonomi saat ini, melemahnya rupiah terhadap nilai dolar secara perlahan tentu memberikan dampak kepada masyarakat terkait dengan kebutuhan mereka, untuk itu Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mengimbau masyarakat untuk mengubah pola konsumsi yaitu dengan mengurangi belanja yang sifatnya tidak terlalu mendesak
Ia menjelaskan, kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipastikan akan mempengaruhi harga sebagian besar komoditas lokal yang mengandalkan bahan baku impor. Kondisi perubahan kurs yang tidak menentu, “Kondisi seperti ini tentu mereka yang menjual barang dengan bahan baku impor tentu harus bertahan dan tidak mau rugi, jalan keluarnya adalah menaikkan harga,” jelas Jufri Rahman, Kamis 28 Mei 2026
Jika harga naik, tentu masyarakat akan terdampak salah satunya masalah daya beli. “Lonjakan harga barang di pasar dapat memicu penurunan daya beli dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat luas,jadi walaupun dikatakan transaksi masyarakat tidak menggunakan dolar, namun mereka menggunakan barang atau komoditas yang bahan bakunya berasal dari impor dan itu pasti dibeli dengan dolar. Kalau nilai kursnya berubah pasti yang menjual barang hasil olahan dari produk impor tidak mau rugi dan jalan keluarnya adalah naikkan harga,"Ujar Jufri Rahman.
Ia menambahkan, jika Cadangan devisa yang ada saat ini tinggal Rp 120 triliun, "Cadangan devisa kita konon tinggal Rp120 triliun, sehingga jika kita menginjeksi Rp1 triliun per hari untuk menstabilkan rupiah tentu kekuatannya sangat terbatas. Namun kalau Menteri Keuangan bilang segera jual dolar, itu artinya akan ada kebijakan strategis yang ditempuh pemerintah untuk menurunkan nilai dolar itu secara signifikan," ungkapnya.
Terkait dengan kondisi ekonomi Sulsel, Jufri Rahman menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya menjaga agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap bergerak positif di tengah ketatnya tekanan situasi finansial global. Langkah mitigasi risiko secara mandiri sangat diperlukan oleh setiap rumah tangga demi mengantisipasi potensi gejolak ekonomi yang lebih berat di hari-hari mendatang.
"Kami berupaya untuk ekonomi itu tetap tumbuh meskipun dalam kontraksi ekonomi global yang sangat ketat saat ini. Tapi namanya ikhtiar kadang-kadang tidak sesuai harapan, karena itu kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan uangnya serta memitigasi risiko yang mungkin lebih berat," tuturnya menjelaskan.
Untuk itu, Jufri Rahman mengimbau kepada masyarakat untuk bijak mengurangi pengeluaran serta belanja yang sifatnya sekunder atau tidak terlalu mendesak. “Harus mempersiapkan atau memitigasi risiko yang mungkin akan lebih berat lagi pada hari-hari mendatang. Karena itu kurangi belanja yang Tidak perlu. Belanjalah hal atau barang yang dibutuhkan. Bukan barang yang diinginkan,”tegasnya (*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....