OJK Sulselbar: Pasar Modal Sulsel Tunjukkan Tren Positif di 2026

  • 27 Mei 2026 06:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Perkembangan pasar modal di Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas investasi. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Moch Muchlasin mengatakan kondisi ini tercermin dari pertumbuhan jumlah investor yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

"Peningkatan ini didorong oleh semakin luasnya akses layanan investasi dan meningkatnya literasi keuangan masyarakat,"kata Muchlasin, Selasa, 26 Mei 2026.

Dikatakan dari data per Maret 2026, jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Selatan tercatat mencapai 525.596 SID. Angka tersebut tumbuh sebesar 57,63 persen secara tahunan atau year on year (yoy). "Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan instrumen pasar modal sebagai alternatif investasi jangka panjang."ucapnya.

Di sisi lain, Muchlasin menyebut peningkatan jumlah investor juga menjadi indikator semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sektor pasar modal. Selain menawarkan peluang keuntungan, instrumen pasar modal dinilai mampu menjadi sarana pengelolaan keuangan yang lebih modern dan terencana. Hal tersebut mendorong semakin banyak masyarakat dari berbagai kalangan mulai terlibat dalam aktivitas investasi.

Berdasarkan jenis portofolio investasi, pertumbuhan investor tertinggi tercatat pada produk reksa dana. Jumlah investor reksa dana mengalami kenaikan sebesar 58,23 persen secara tahunan. Capaian ini memperlihatkan bahwa reksa dana masih menjadi instrumen yang paling diminati oleh masyarakat di Sulawesi Selatan.

Tingginya minat terhadap reksa dana dipengaruhi oleh kemudahan akses serta variasi produk yang tersedia. Selain itu, reksa dana juga dianggap cocok bagi investor pemula maupun investor ritel karena memiliki risiko yang lebih terdiversifikasi dibandingkan instrumen investasi lainnya. Kemudahan transaksi melalui platform digital turut mendukung peningkatan partisipasi masyarakat.

Muchlasin menuturkan perkembangan positif pasar modal tidak terlepas dari berbagai upaya edukasi dan literasi keuangan yang terus dilakukan. Program sosialisasi yang menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga pelaku UMKM dinilai berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya investasi yang aman dan legal.

Digitalisasi layanan keuangan juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan investor di daerah. Kehadiran aplikasi investasi berbasis digital memudahkan masyarakat untuk membuka rekening investasi, melakukan transaksi, hingga memantau perkembangan portofolio secara real time. Hal ini membuat akses terhadap pasar modal menjadi semakin inklusif.

Meski demikian, Muchlasin mengingatkan masyarakat untuk memahami profil risiko sebelum berinvestasi. Edukasi mengenai investasi yang bijak dan kewaspadaan terhadap penawaran investasi ilegal terus menjadi perhatian agar pertumbuhan pasar modal tetap sehat dan berkelanjutan. Masyarakat juga diimbau memilih produk investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....