Peningkatan Ekspor dan Penggunaan Produk Lokal sebagai Upaya Menopang Rupiah

  • 18 Mei 2026 21:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai harus menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi dalam negeri melalui peningkatan ekspor dan penggunaan produk lokal. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Anwar Ramli (Pengamat Ekonomi UNM & Rektor Universitas Mega Rezky Makassar) dalam Dialog Interaktif PRO1 RRI Makassar edisi Senin, 18 Mei 2026 di sesi kedua terhubung melalui sambungan telepon yang dipandu Arfan Yusri. Menurutnya, penguatan ekonomi nasional saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan moneter, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata dari sektor produksi dan konsumsi domestik.

Prof. Anwar menjelaskan bahwa penguatan dolar AS memberikan tekanan besar terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun di sisi lain, kondisi tersebut sebenarnya dapat menjadi peluang bagi daerah yang memiliki komoditas unggulan ekspor. Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar melalui sektor pertanian, perikanan, hingga hasil perkebunan yang memiliki pasar internasional cukup luas.

“Ketika rupiah melemah, produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan volume ekspor daerah,pemerintah daerah perlu lebih agresif dalam membuka akses pasar internasional bagi komoditas unggulan Sulsel seperti kakao, rumput laut, kopi, dan hasil perikanan,” ujarnya.

Selain peningkatan ekspor, Prof. Anwar juga menekankan pentingnya gerakan penggunaan produk dalam negeri sebagai langkah strategis memperkuat rupiah. Menurutnya, tingginya ketergantungan terhadap barang impor menjadi salah satu penyebab rentannya ekonomi nasional terhadap gejolak nilai tukar dolar. “Kalau masyarakat kita bisa lebih banyak menggunakan produk-produk lokal, maka tentu permintaan terhadap barang impor bisa ikut ditekan dan efeknya perputaran ekonomi akan tetap berada di dalam negeri,” jelasnya.

Ia mengatakan penguatan industri lokal harus dimulai dari dukungan terhadap UMKM dan pelaku usaha daerah. Pemerintah, menurutnya, perlu memberikan kemudahan akses permodalan, pelatihan, serta pendampingan pemasaran agar produk lokal mampu bersaing dengan produk impor. “UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat.itu sudah kita buktikan saat ekonomi negara ini anjlok saat resesi moneter dan pandemi covid kemarin.Kalau sektor ini kuat, maka ekonomi daerah juga akan lebih tahan menghadapi tekanan global,jadi perlu dijaga atau disupport mereka ini yang tentunya saat ini juga terdampak akan kenaikan biaya produksi,” katanya.

Prof. Anwar juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga menggunakan produk buatan Indonesia. Ia menilai penggunaan produk lokal bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga bentuk dukungan terhadap pertumbuhan industri nasional dan penciptaan lapangan kerja. “Membeli produk-produk lokal kita sendiri berarti membantu petani, nelayan, pengrajin, dan pelaku usaha kita sendiri untuk terus berkembang,dan efeknya luar biasa bagi rupiah,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....