Geopolitik Bergejolak, Investor Pemula: Potensi Kerugian Bisa Terjadi
- 22 Apr 2026 14:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Investasi di tengah permasalahan geopolitik saat ini sudah menjadi dinamika bagi para investor. Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Marsangap P. Tamba mengatakan setiap investor tentu akan menghadapi resiko berinvestasi baik resiko jangka pendek maupun resiko jangka panjang.
Dikatakan dengan adanya masalah geopolitik yang terjadi saat ini tentu mempengaruhi nilai rupiah yang semakin melemah dan ini jelas beresiko jangka pendek. Namun Marsangap memastikan resiko yang dihadapi para investor dengan terjadinya perang di wilayah Timur bukan bersifat permanen.
"Jadi sebenarnya keunikan dari investasi itu memang kita bicara soal story atau peningkatan nilai keuangan kita dalam jangka panjang, jadi kalau dengan kondisi seperti ini itu adalah dinamika, suku bunga bisa naik bisa turun tapi tidak permanen, dan tentu pemerintah akan melakukan kebijakan untuk memitigasi dinamika tersebut misalnya kebijakan moneter atau fiskal tapi kalau kita bicara soal investasi tentu kita melihat dinamika jangka pendek pasti selalu hadir,"kata Marsangap P. Tamba, saat diwawancarai beberapa hari lalu di Kantor OJK Sulselbar.
Menurutnya para investor khususnya investor pemula untuk tidak melihat sepihak kondisi yang terjadi saat ini sebab dinamika jangka pendek selalu terjadi dalam setiap investasi. "Jangan hanya melihat rupiah turun, jangan hanya melihat perang geopolitik karena ini namanya dinamika jangka pendek yang pasti dihadapi para investor dan dinamika seperti ini tidak permanen," ungkapnya.
Sementara itu Seorang Investor Pemula, Iqbal mengaku dengan kondisi geopolitik, terjadi penurunan terhadap nilai investasi, bahkan potensi kerugian bisa terjadi dalam jangka waktu yang tidak menentu."Kondisi saat ini sangat berpengaruh terhadap nilai investasi portofolio kita karena banyak yang jatuh nilainya dari harga beli sehingga jatuhnya rugi dan kalaupun di simpan dalam jangka waktu yang lama masih belum jelas apakah nilainya akan sama saat kita beli, jadi belum berfikir untuk untung dalam jangka waktu panjang,"ucap Iqbal saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu 22 April 2026.
Jika disuruh memilih di tengah masalah geopolitik, Iqbal mengaku lebih baik berinvestasi emas dibandingkan saham, reksa dana, obligasi, crypto. "Nilai investasi sepertinya tidak dipertahankan kalaupun beralih dari saya yang kemarin main crypto saya alihkan ke emas uang nilainya walaupun naik turun tapi tetap stabil tidak terlalu jatuh dan naiknya juga tidak terlalu tinggi,"pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....