Sengkarut Ekonomi Global dan Dampaknya bagi Indonesia

  • 08 Jul 2025 22:33 WIB
  •  Makassar

KBRN,Makassar: Ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut menjadi isu utama dalam dialog Mozaik Indonesia PRO1 RRI Makassar edisi Selasa, 8 Juli 2025. Hadir sebagai narasumber Adriyan Sayed, Investment Assessor Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Keuangan Pasar Modal Indonesia, mengupas dampak berlapis dari gejolak global terhadap stabilitas dan arah ekonomi nasional, khususnya di sektor keuangan dan investasi.

Adriyan mengungkapkan bahwa konflik geopolitik, tekanan inflasi di negara maju, dan ketidakstabilan harga komoditas telah memperkeruh iklim investasi dunia. “Kondisi ini menyebabkan banyak investor global bersikap wait and see, yang pada akhirnya berdampak pada arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, sektor pasar modal Indonesia turut terdampak, ditandai dengan volatilitas indeks saham dan arus dana asing yang cenderung fluktuatif. Ia menilai bahwa investor lokal dan pelaku pasar perlu meningkatkan literasi terhadap risiko global dan memperkuat strategi diversifikasi aset. “Sikap reaktif tanpa pemahaman mendalam bisa memicu kerugian dalam portofolio investasi,” ujarnya.

Selain itu, Adriyan juga menyinggung potensi tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan harga energi domestik. “Kita harus waspada terhadap kombinasi antara penguatan dolar AS dan gangguan pasokan global. Ini bisa menekan daya beli masyarakat dan menghambat laju pemulihan ekonomi nasional,” tambahnya.

Namun di tengah tekanan tersebut, ia menilai bahwa Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat berkat konsumsi domestik yang stabil, sektor UMKM yang dinamis, serta cadangan devisa yang relatif aman. “Pemerintah perlu menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter agar tetap adaptif terhadap situasi global yang berubah cepat,” katanya.

Adriyan juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor keuangan, khususnya melalui sertifikasi profesi dan peningkatan literasi keuangan masyarakat. “Kesiapan SDM sangat penting agar kita tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika global, tetapi bisa merespons dengan strategi yang tepat,” jelasnya.

Dialog ini menjadi pengingat bahwa tantangan ekonomi global bukan hanya urusan pusat atau sektor besar saja, tetapi berdampak hingga ke sektor riil dan masyarakat luas. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah sengkarut global yang belum menunjukkan tanda mereda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....