Sulsel Dorong Percepatan Ekonomi Digital dan Inklusi Keuangan
- 17 Jun 2025 21:58 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan ekonomi digital dan inklusi keuangan sebagai strategi utama untuk memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal. Hal tersebut disampaikan Elly Isriani Arif, S.H., M.Si., Penelaah Teknis Kebijakan Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulsel, yang hadir sebagai narasumber dalam program Mozaik Indonesia PRO1 RRI Makassar edisi Selasa, 17 Juni 2025.
Menurut Elly, transformasi digital saat ini menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam mengoptimalkan potensi unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, hingga pariwisata. “Digitalisasi membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa. Ini tentu sebuah peluang besar untuk mendorong ekonomi lokal naik kelas dan kita harus manfaatkan dengan baik momentum ini,” ujarnya.
Elly menjelaskan, pemerintah provinsi telah menyusun sejumlah langkah percepatan, termasuk penguatan infrastruktur digital, pelatihan literasi digital, serta kemitraan dengan perusahaan teknologi dan lembaga keuangan. “ Upaya ini dilakukan agar masyarakat, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), bisa merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi digital” Jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti pentingnya inklusi keuangan sebagai pilar pendukung transformasi ekonomi. “ Menurut saya, keterlibatan masyarakat dalam sistem keuangan formal seperti perbankan, pembayaran digital, dan layanan pinjaman mikro akan membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan. Ketika masyarakat bisa mengakses layanan keuangan dengan mudah, maka peluang usaha juga akan terbuka lebih luas,” kata Elly.
Meski demikian, Elly mengakui masih ada tantangan yang harus diatasi, terutama di bidang literasi digital dan keterbatasan akses internet di beberapa daerah terpencil. Ia menyebut, Pemprov Sulsel tengah bekerja sama dengan kementerian terkait dan pihak swasta untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital di semua kabupaten dan kota.
Digitalisasi sektor publik juga menjadi perhatian pemerintah. Layanan publik seperti perizinan usaha, informasi bantuan, hingga pelaporan berbasis sistem elektronik dinilai penting untuk menciptakan pemerintahan yang transparan dan efisien. “Langkah ini akan memberi kenyamanan bagi pelaku usaha dan mempercepat proses pelayanan publik,” tambah Elly.
Elly menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beradaptasi dengan perkembangan digital. “Pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam. Kita harus cerdas memanfaatkan teknologi dan menjadikan ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan baru Sulsel,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....