Seniman Minta Generasi Muda Pertahankan Rumusan Lagu Makassar
- 31 Agt 2026 13:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Para musisi senior di Kota Makassar meminta para pencipta lagu generasi muda untuk tetap mempertahankan pakem serta rumusan tradisional dalam menciptakan lagu daerah Makassar. Hal tersebut dinilai sangat krusial agar identitas dan kekhasan musik lokal tidak hilang di tengah arus modernisasi global.
Pencipta lagu daerah Makassar, Rustam Basir, menyoroti kecenderungan musisi muda yang kerap meninggalkan struktur lirik baku serta pola penciptaan lagu klasik. Menurutnya, lagu-lagu daerah Makassar era terdahulu memiliki standar rumusan lirik 8-8-5-8 yang terikat ketat dengan kaidah aksara Lontara.
"Pencipta lagu zaman dulu itu punya pola dan rumusan seperti sistem 8-8-5-8. Liriknya dibuat dulu baru melodinya, dan liriknya memakai kaidah Lontara sehingga melodinya abadi dan memiliki identitas Makassar yang kuat," tegas Rustam Basir, Minggu 30 Agustus 2026. saat menjadi
Rustam mengamati banyak lagu daerah ciptaan musisi muda saat ini kurang bertahan lama di pasaran akibat meninggalkan rumusan tradisional dan hanya sekadar mengikuti tren sesaat. Selain itu, praktik menyadur lirik bahasa Indonesia ke dalam bahasa Makassar secara langsung tanpa memahami kiasan halus sering kali merusak estetika dan makna lagu.
Ia menyarankan agar musisi muda yang ingin melakukan inovasi aransemen ke dalam genre modern seperti jazz, pop, atau reggae tetap menjaga "roh" dan melodi dasar lagu. Kebebasan berkreasi diharapkan tidak sampai mengorbankan etika tutur kata serta pesan moral yang tersirat dalam syair Makassar.
Pada kesempatan yang sama, Penggiat Budaya Tionghoa Kota Makassar, Ir. Arwan Cahyadi, menekankan pentingnya kreativitas musisi muda dalam mengemas lagu daerah tanpa melupakan akar sejarah. Pembaruan musik harus berjalan seiring dengan edukasi sejarah bangsa agar nilai-nilai luhur daerah tetap terjaga.
"Kita berharap para musisi rajin belajar dan menulis karya, serta membawa lagu daerah nyaman didengar oleh kaum muda. Namun yang terpenting, jangan pernah melupakan sejarah karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya," ungkap Arwan Cahyadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....