Makna Simbolik Prosesi Mappacci dalam Pernikahan Adat Sulawesi Selatan

  • 23 Apr 2026 08:07 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, MAKASSAR - Makna Simbolik Prosesi Mappacci pada Pernikahan Adat Sulawesi Selatan sebagai upaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada masyarakat. Tradisi Mappacci merupakan salah satu rangkaian penting dalam pernikahan adat Bugis-Makassar yang hingga kini masih dilestarikan sebagai warisan budaya turun-temurun.

Dalam pembahasannya, Mappacci dijelaskan sebagai prosesi sakral yang dilaksanakan pada malam sebelum akad nikah. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penyucian diri calon pengantin, baik secara lahir maupun batin. Seperti dijelaskan dalam kajian budaya, prosesi ini biasanya dilaksanakan pada malam sebelum akad nikah sebagai bentuk penyucian lahir dan batin calon pengantin.

Lebih jauh, makna kata “Mappacci” sendiri berasal dari kata pacci yang berarti bersih atau suci. Hal ini mencerminkan harapan agar calon mempelai meninggalkan segala hal buruk di masa lalu dan memasuki kehidupan rumah tangga dengan hati yang bersih.

Tradisi ini juga menjadi simbol kesiapan mental dan spiritual pasangan dalam membangun keluarga baru. Kutipan Media lampung menjelaskan Mappacci memiliki makna mendalam sebagai simbol penyucian diri dan kesiapan calon pengantin.

Dikutip dari UNM Online Journal Systems Dalam prosesi Mappacci, terdapat berbagai perlengkapan adat yang sarat makna simbolik. Misalnya daun pacci sebagai lambang kesucian, beras sebagai simbol kemakmuran, serta lilin yang melambangkan penerang jalan kehidupan rumah tangga.

Setiap unsur tersebut tidak digunakan secara sembarangan, melainkan mengandung doa dan harapan bagi kedua mempelai. Penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut “mengandung harapan dan doa untuk kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangga”.

Selain itu, prosesi ini juga mencerminkan nilai kebersamaan dan restu keluarga. Dalam pelaksanaannya, keluarga dan tokoh adat turut berperan memberikan doa serta nasihat kepada calon pengantin. Nilai-nilai tersebut memperkuat makna bahwa pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar yang saling terikat secara sosial dan budaya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....