Minimnya Penggunaan Bahasa Daerah Menjadi Tantangan Besar Bagi KICI Sulsel

  • 15 Apr 2026 13:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kesatuan Istri Cerdas Indonesia (KICI) Sulawesi Selatan mengajak masyarakat untuk mengenalkan simbol budaya seperti bahasa, pakaian, hingga kuliner tradisional. Pasalnya, penggunaan bahasa daerah di kalangan anak mudah saat ini cukup memprihatinkan atau minim penggunaan bahasa daerah.

Bidang Pariwisata KICI Sulsel, Hj. Marlina Rasyid menyoroti kondisi bahasa daerah yang mulai memprihatinkan kondisi saat ini. "Kondisi bahasa daerah kita sangat memprihatinkan. Saya kira ini harus jadi perhatian dunia pendidikan, minimal ada diselipkan bahasa daerah dalam mata pelajaran agar tidak hilang," ujar Marlina kepada Pro 4 RRI Makassar dalam acara I’tene, Selasa,14 April 2026.

Disisi lain, Hj. Andi Asni Yudi yang juga bagian dari KICI Sulsel optimis dengan menerapkan penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga sebagai langkah nyata. "Saya selalu berbahasa daerah kepada anak-anak, meski mereka kadang paham artinya tapi sulit mengucapkannya. Saya tekankan jangan malu pakai bahasa daerah karena itu identitas kita," ungkap Hj. Andi Asni.

Menurut Asni, kuliner tradisional seperti Barongko dan Bolu Peca juga sebagai sarana memperkenalkan budaya melalui kuliner tradisional. KICI Sulsel berupaya memperkenalkan warisan rasa ini kepada generasi milenial melalui berbagai kegiatan kreatif. "Kami sering mengadakan bazar UMKM untuk memperkenalkan kue-kue tradisional kita kepada mahasiswa dan anak SMA agar mereka mengenal rasa asli daerahnya," jelas Marlina.

Hj. Andi Asni menambahkan, pengenalan budaya dapat dilakukan melalui penggunaan pakaian adat dalam acara keluarga maupun karnaval. "Kita harus terapkan dari kecil, misalnya mengajak mereka ke pesta memakai baju adat supaya nilai-nilai budaya kita tidak hilang begitu saja ditelan zaman," tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak terlebih kepada pengenalan dan penerapan budaya serta adat istiadat. Sebab, cerminan anak dari sikap dan prilaku orang tua. “Orang tua jangan pernah cuek tapi lebih aktif dalam berkomunikasi dengan anak. Anggap sebagai sahabat dan gunakan cara-cara yang lebih lembut dalam mengenalkan budaya bugis makassar,” terangnya.

Diakhir acara, Ibu tiga anak ini berpesan, keberhasilan mendidik anak dalam budaya terlihat dari rasa empati. "Sangat membanggakan jika anak bisa berempati kepada sesamanya. Budaya kita mengajarkan Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi, dan itu adalah nilai yang akan mereka bawa hingga merantau ke negeri orang," tutup Hj. Andi Asni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....