Pembinaan Bahasa Daerah: Kajian Bahasa Bugis dan Pelestarian Literasi Daerah
- 19 Agt 2026 21:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR - Upaya melestarikan dan mendalami struktur bahasa daerah di Sulawesi Selatan terus digencarkan. Radio Republik Indonesia Makassar melalui Siaran Pro 4 kembali menghadirkan ruang edukasi kebudayaan yang mengupas tuntas kekayaan kebahasaan lokal bagi masyarakat.
Dalam siaran pembinaan Bahasa daerah di studio programa 4 rri makassar, Rabu, 19 Agustus 2026. fokus pembahasan diangkat mengenai peran semantis pronomina persona atau kata ganti orang dalam bahasa Bugis. Topik ini menjadi perhatian khusus karena mencerminkan tata krama dan nilai sosial masyarakat Bugis yang sangat kompleks.
Asmabuasappe S,S, M.Hum dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan pengisi siaran pembinaan bahasa daerah, menyoroti bagaimana penggunaan kata ganti orang dalam bahasa Bugis tidak sekadar berfungsi sebagai alat komunikasi biasa. "Setiap kata yang digunakan mengandung tingkatan kesopanan serta penanda hubungan sosial antara pembicara dan lawan tutur, "ujarnya.
"Penggunaan pronomina persona seperti kata ganti orang pertama, kedua, dan ketiga memiliki fungsi semantis yang luas, mulai dari menandakan rasa hormat, keakraban, hingga status sosial seseorang dalam struktur masyarakat adat Bugis, "jelas Asmabuasappe.
Melalui program ini, RRI Pro 4 Makassar berkomitmen untuk terus menyediakan wadah informasi yang mengedukasi generasi muda. Hal ini penting dilakukan mengingat pergeseran penggunaan bahasa daerah yang mulai tergerus oleh era modernisasi dan bahasa gaul.
Para akademisi dan pemerhati bahasa yang hadir dalam dialog tersebut menekankan pentingnya dokumentasi serta kajian ilmiah terhadap kebahasaan daerah. Langkah ini dinilai strategis agar kaidah dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya tetap terpelihara dengan baik.
Diharapkan melalui pembinaan Bahasa daerah, minat masyarakat—khususnya para pelajar dan mahasiswa—dapat meningkat dalam mempelajari serta melestarikan bahasa Bugis sebagai salah satu aset kebudayaan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....