Studi Ungkap Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Berkat Upaya Konservasi
- 03 Agt 2026 13:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Penelitian global terbaru menunjukkan kondisi hutan mangrove dunia mengalami pemulihan setelah puluhan tahun mengalami penurunan akibat pembangunan pesisir, polusi, perubahan iklim, dan alih fungsi lahan. Temuan tersebut memberikan harapan baru bagi upaya konservasi ekosistem pesisir di berbagai negara.
Dilansir dari unep.org, Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science menggunakan citra satelit dari 1980-an hingga 2023 untuk memantau perubahan luas dan kondisi tajuk mangrove. Hasilnya menunjukkan laju kehilangan mangrove menurun secara signifikan, sementara pertumbuhan alami dan perluasan kawasan mangrove terus meningkat sehingga mampu mengimbangi sebagian besar kehilangan yang terjadi pada masa lalu.
Temuan itu memperkuat laporan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) berjudul The Decade of Mangrove Forest Change yang diterbitkan pada 2023. Laporan tersebut menyebutkan kehilangan mangrove secara global mulai stabil dan kawasan baru terus tumbuh di sekitar sungai, muara, serta delta di berbagai belahan dunia.
Kepala Unit Ekosistem Laut dan Pesisir UNEP, Sinikinesh Beyene Jimma, mengatakan hasil penelitian ini menjadi kabar baik bagi upaya restorasi dan konservasi mangrove. Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman seperti pencemaran dan hilangnya keanekaragaman hayati masih perlu diatasi karena tidak seluruhnya dapat terdeteksi melalui citra satelit.
Hutan mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Meski hanya mencakup kurang dari satu persen hutan tropis dunia, ekosistem ini melindungi garis pantai dari abrasi, badai, dan banjir, menyerap karbon dalam jumlah besar, menjaga kualitas air, serta menjadi habitat lebih dari 1.500 spesies dan sumber penghidupan bagi sekitar 2,4 miliar penduduk yang tinggal di kawasan pesisir.
UNEP bersama sejumlah mitra terus mendukung berbagai program restorasi mangrove di Kenya, Kosta Rika, Benin, Vietnam, dan kawasan Laut China Selatan. Program tersebut menggabungkan pendekatan ilmiah, pemberdayaan masyarakat, pembiayaan karbon biru, serta kerja sama internasional untuk memulihkan kawasan mangrove sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
UNEP menilai keberhasilan pemulihan mangrove menunjukkan bahwa konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan melibatkan masyarakat mampu memberikan hasil nyata. Meski demikian, keberlanjutan ekosistem mangrove tetap memerlukan investasi jangka panjang, perlindungan kawasan, serta pengelolaan yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
sumber : https://www.unep.org/news-and-stories/story/mangroves-are-making-comeback-heres-whats-working
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....