Mahasantri As'adiyah Sengkang Diajak Jadi Agen Moderasi dan Kemaslahatan Umat

  • 05 Jun 2026 21:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sengkang - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memberikan motivasi kepada 69 mahasantri Ma’had Aly As’adiyah Sengkang penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang mengikuti kegiatan Rihlah Ilmiah dan Masiratul Barakah CSSMoRA Tahun 2026 di Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Jumat 5 Juni 2026. Rombongan yang tergabung dalam Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) tersebut diterima langsung oleh Kakanwil Kemenag Sulsel sebagai bagian dari agenda penguatan wawasan akademik, kepemimpinan, serta pengabdian sosial bagi para penerima beasiswa.

Mudir I Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, Dr. KM. H. Hasmulyadi Hadan, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, khususnya Kanwil Kemenag Sulsel, atas dukungan yang selama ini diberikan kepada para santri melalui program PBSB. Menurutnya, beasiswa yang diberikan Kementerian Agama telah membuka akses pendidikan tinggi bagi banyak santri As’adiyah sehingga mampu melanjutkan studi dan meningkatkan kapasitas keilmuan mereka.

“Kehadiran kami selain untuk bersilaturahmi, juga berharap mendapatkan arahan, nasihat, dan perspektif baru dari Gurutta Kakanwil yang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta CSSMoRA dalam menempuh perjalanan akademik dan pengabdian mereka,” ujarnya.

Dalam sambutannya, H. Ali Yafid menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai program CSSMoRA sebagai wadah strategis untuk melahirkan generasi intelektual pesantren yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan umat. Ia mengajak para mahasantri untuk tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mendukung berbagai program Kementerian Agama melalui kajian dan penelitian ilmiah.

Menurutnya, banyak isu dan program keagamaan yang dapat dikaji secara akademis, baik melalui penelitian kualitatif maupun kuantitatif, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi bagi penguatan kebijakan Kementerian Agama ke depan. “Banyak ruang yang bisa dieksplorasi secara ilmiah oleh para mahasantri. Hasil penelitian mereka nantinya bukan hanya bermanfaat bagi lembaga, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat,” kata Ali Yafid.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi keagamaan yang moderat sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih lanjut, Ali Yafid memperkenalkan sejumlah program prioritas Kementerian Agama yang saat ini terus dikembangkan, di antaranya Kurikulum Cinta, Ekoteologi, dan Moderasi Beragama.

Ia berharap para penerima beasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan program-program tersebut kepada masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan umat. “Saya berharap para mahasantri ikut mengkampanyekan dan membumikan program-program prioritas Kementerian Agama melalui kajian, tulisan, dan pengabdian di tengah masyarakat.

Dengan demikian, substansi program dapat dipahami secara lebih baik dan memberikan dampak positif yang luas,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2026, CSSMoRA Nasional juga aktif menggelar berbagai program pengembangan kapasitas mahasiswa, mulai dari akselerasi dan temu regional untuk memperkuat jejaring akademik dan kepemimpinan, kegiatan pengabdian masyarakat dan kepedulian lingkungan, hingga pelatihan karya tulis ilmiah sebagai bekal menghadapi dunia akademik maupun karier profesional.

Menutup arahannya, Kakanwil Kemenag Sulsel yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWNU Sulsel mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan yang diberikan negara dengan sungguh-sungguh. Ia berharap para mahasantri mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat, serta menjelma menjadi generasi yang senantiasa menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Jadilah generasi Anfauhum Linnaas, manusia yang paling baik adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....