Lupa Akhirat Jadi Petaka Besar Bagi Mukmin

  • 14 Jun 2026 07:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Makassar kembali menyiarkan secara langsung jalannya ibadah sholat dan Khutbah Jumat dari Masjid Al Muawanah RRI Makassar pada Jumat 13 Juni 2026. Siaran religi yang menjadi program mingguan ini mengudara melalui programa Pro 1 dan Pro 4 RRI Makassar, guna menjangkau masyarakat luas yang ingin menyimak syiar Islam secara langsung.

Bertindak selaku khatib pada kesempatan tersebut adalah Ustadz Muhammad Ilham Dahlan, S.Pd. Dalam khutbahnya, ia membawakan materi yang sangat menyentuh hati mengenai hakikat kehidupan, kematian, dan pentingnya menjaga kesadaran akan negeri akhirat di tengah kepungan kesibukan duniawi.

Ustadz Ilham menjelaskan bahwa salah satu petaka terbesar bagi seorang mukmin adalah ketika orientasi hidupnya telah bergeser sepenuhnya kepada dunia. Banyak manusia yang masih bisa tertawa, bekerja, dan merangkai masa depan, namun di saat yang sama ingatan mereka terhadap kematian dan hari hisab justru semakin menipis.

"Di antara musibah yang paling besar yang menimpa hati seorang hamba adalah ketika akhirat itu sudah tidak menjadi perhatian dalam kehidupannya. Hatunya sudah tidak lagi banyak mengingat tentang hari kematiannya, bagaimana nanti dia berada di dalam kuburnya, dan bagaimana nanti dia akan dihisab di hari kiamat, bahkan hatinya tidak lagi banyak mengingat bagaimana nanti dia akan berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala," ujar Ustadz Muhammad Ilham Dahlan dalam khutbahnya.

Lebih lanjut, khatib mengutip pesan mendalam dari sahabat Nabi, Abu Darda Radhiyallahu 'Anhu, yang mengingatkan anak Adam bahwa tanah yang dipijak hari ini kelak akan menjadi tempat kuburannya. Manusia pada hakikatnya hanyalah kumpulan bilangan hari, di mana setiap kali satu hari berlalu, maka berkurang pula sebagian dari umurnya sejak dilahirkan ke dunia.

Khatib juga menegaskan bahwa sekeras apa pun usaha manusia untuk lari dari mengingat akhirat dan kematian, kepastian itu akan tetap datang mendera. Merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur'an, maut tidak akan bisa dihindari meskipun seseorang bersembunyi di puncak gunung yang tinggi, menyelam ke dasar lautan, ataupun berlindung di balik benteng yang kokoh.

Melupakan hari perjumpaan dengan Sang Pencipta disebut sebagai akar dari segala kesengsaraan di akhirat kelak. Menurut Ustadz Ilham, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menyiksa hambanya semata-mata karena mereka tidak tahu tentang hari kiamat, melainkan karena mereka sengaja melalaikan dan melupakan hari pembalasan tersebut semasa hidup di dunia.

"Lupa kepada negeri akhirat bukan berarti seseorang tidak pernah menyebut kata tentang hari kiamat. Akan tetapi, lupa terhadap negeri akhirat yang dimaksudkan adalah ketika negeri akhirat itu tidak mampu mengubah cara pandang seorang hamba terhadap dunia yang hina lagi fana ini. Dia mendengar ayat-ayat tentang neraka tapi tetap menyesuaikan dosa, dia tahu kematian itu dekat tapi selalu menunda-nunda tobat," tegasnya di akhir khutbah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....