Ustadz Basran Yusuf Ingatkan Tanggung Jawab Pemimpin RT RW

  • 07 Jun 2026 12:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar Pengajian Kelompok Kecamatan Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Muawanah RRI Makassar, Minggu 7 Juni 2026. Kegiatan ini dihadiri dan diikuti secara aktif oleh seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dari dua wilayah, yakni Kecamatan Ujung Pandang dan Kecamatan Sangkarrang.

Pengajian berkala ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pembekalan spiritual bagi para Ketua RT, dan RW dalam menjalankan amanah yang ditugaskan oleh Pemerintah Kota Makassar. Dalam pengajian tersebut, Pemkot Makassar menghadirkan Ustadz Basran Yusuf sebagai penceramah utama.

Di hadapan ratusan jamaah, Ustadz Basran mengawali tausiyahnya dengan mengupas esensi dari seorang pemimpin. Menurutnya, kepemimpinan tidak diukur dari seberapa luas wilayahnya, melainkan dari kemampuan figur tersebut dalam menggerakkan masyarakat ke arah kebajikan.

Ia kemudian mengingatkan para Ketua RT dan RW mengenai beratnya pertanggungjawaban di akhirat kelak, di mana seluruh manusia akan dibangkitkan di Padang Mahsyar dalam kondisi tanpa busana, tanpa alas kaki, belum dikhitan, dan merasakan panasnya terik matahari yang didekatkan. Di tengah kondisi kritis tersebut, terdapat tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan dan naungan istimewa dari Allah SWT, yang salah satunya adalah pemimpin yang adil.

"Pemimpin itu adalah orang yang mampu menggerakkan dan menjadi orang yang penting di tempatnya, meskipun lingkup kita mungkin hanya beberapa KK, beberapa orang, atau beberapa ratus orang saja. Ada hadis Nabi SAW yang mengatakan ada tujuh golongan yang Allah akan lindungi dengan naungan-Nya pada hari kemudian, di saat matahari begitu dekat dengan kepala hamba hingga ada orang yang tenggelam dengan keringatnya sendiri," ujar Ustadz Basran Yusuf saat memberikan ceramahnya.

Lebih lanjut, Ustadz Basran mengajak para ketua RT dan RW yang hadir untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai dasar dan program nyata di lingkungan RT dan RW masing-masing. Beliau menekankan bahwa sebelum mendakwahkan atau meluncurkan program berbasis keagamaan, seorang Muslim khususnya para pemimpin lokal harus memahami esensi dan definisi dari Al-Qur'an itu sendiri secara mendalam.

Ia menjelaskan secara interaktif dengan memegang mushaf Al-Qur'an bahwa kitab suci yang terdiri atas 114 surah dan 30 juz tersebut merupakan kalamullah atau perkataan langsung dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an hadir bukan untuk menyulitkan umat, melainkan sebagai pedoman hidup agar manusia meraih keselamatan dan kebahagiaan sejati.

"Ketika kita mendengar Al-Qur'an, apa yang kita bilang? Pedoman. Nah, pedoman itu untuk orang selamat atau untuk orang susah? Untuk selamat dan untuk bahagia. Jadi Al-Qur'an itu datang untuk menyelamatkan kita, membahagiakan kita, membuat kita nyaman, itu tujuannya. Al-Qur'an itu kata ulama kita yang pertama adalah kalamullah, perkataan Allah SWT, bukan perkataan manusia," pungkasnya.

Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan pengajian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara jamaah RT/RW dengan narasumber mengenai tantangan dakwah dan kepemimpinan di wilayah masing-masing. Seluruh rangkaian acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Basran Yusuf untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi warga Kota Makassar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....