Kasih Allah Jadi Jalan Keselamatan dan Pengharapan Umat Manusia
- 03 Jun 2026 19:58 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kasih Allah yang begitu besar kepada dunia menjadi pokok perenungan dalam program Santapan Rohani Kristen yang disiarkan RRI Pro 1 Makassar, Senin, 1 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Sebastianus Baas mengajak umat Kristiani memahami makna kasih Allah berdasarkan Injil Yohanes 3:15-17.
Menurutnya, kasih Allah tidak membeda-bedakan manusia dan diwujudkan melalui pengorbanan Yesus Kristus demi keselamatan umat manusia. Ia menegaskan bahwa Allah mengutus Anak-Nya ke dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Pendeta Sebastianus menjelaskan bahwa kasih Allah telah dinyatakan sejak awal penciptaan manusia. Ia mengingatkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga setiap orang memiliki nilai yang sama di hadapan Tuhan tanpa memandang suku, bangsa, maupun status sosial.
Dalam perenungannya, ia juga mengulas kisah Adam dan Hawa sebagai gambaran awal manusia jatuh ke dalam dosa karena melanggar perintah Allah. Namun demikian, kasih Allah tetap dinyatakan melalui upaya-Nya mencari manusia dan membuka jalan pertobatan bagi mereka yang mau kembali kepada-Nya.
Ia menambahkan bahwa pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib merupakan bukti nyata kasih Allah kepada dunia. Melalui pengorbanan tersebut, manusia memperoleh kesempatan untuk menerima pengampunan dosa dan memperoleh hidup yang kekal.
Pendeta Sebastianus mengajak umat Kristiani untuk tidak hanya memahami kasih Allah secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, mengasihi sesama merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap karya penciptaan Allah.
Selain itu, ia mengingatkan para pelayan gereja dan umat agar menjalankan pelayanan dengan ketulusan hati, bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Pelayanan, katanya, harus menjadi sarana menghadirkan kasih Kristus kepada sesama manusia.
Menutup renungannya, Pendeta Sebastianus mengajak umat untuk hidup dalam pertobatan dan ketaatan kepada firman Tuhan. Ia menegaskan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sedangkan keselamatan dan hidup kekal hanya dapat diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....