Bersabar Bersama Tuhan, Belajar Memaknai Ilalang yang Tumbuh Bersama Gandum
- 20 Jul 2026 13:21 WIB
- Makassar
RRI.Co.ID,Makassar - Program Mimbar Agama Katolik PRO1 RRI Makassar edisi Minggu (19/7/2026) menghadirkan Elisabeth, S.H., Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Makassar, sebagai narasumber yang hadir langsung di studio. Dalam siaran tersebut mengangkat tema "Bersabar Bersama Tuhan: Saat Ilalang Tumbuh Dengan Gandum", sebuah refleksi iman yang mengajak umat memahami makna kesabaran, pengharapan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Dalam pemaparannya, Elisabeth menjelaskan bahwa perumpamaan gandum dan ilalang menggambarkan realitas kehidupan manusia yang tidak pernah sepenuhnya dipenuhi oleh hal-hal baik. Di tengah perjalanan hidup, kebaikan sering kali berjalan berdampingan dengan berbagai tantangan, cobaan, bahkan kejahatan. Namun, Tuhan mengajarkan umat-Nya untuk tidak tergesa-gesa menghakimi ataupun membalas keburukan, melainkan tetap bertumbuh dalam iman dan menyerahkan penghakiman kepada-Nya pada waktu yang tepat.
Menurut Elisabeth, sikap sabar bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kedewasaan iman. Kesabaran memberikan ruang bagi setiap orang untuk bertobat, berubah menjadi lebih baik, serta belajar melihat kehidupan dari sudut pandang kasih Allah. Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap saling menghargai, mengampuni, dan menghindari penghakiman menjadi nilai penting yang perlu terus dipupuk agar tercipta kehidupan yang damai dan harmonis.
"Tuhan mengajarkan kita untuk bersabar karena setiap orang memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan berubah. Jangan mudah menghakimi sesama hanya karena melihat kekurangannya. Tugas kita adalah terus menaburkan kasih, melakukan kebaikan, dan percaya bahwa Tuhan akan berkarya pada waktu-Nya," ujar Elisabeth, S.H.,.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi "gandum" yang menghasilkan buah-buah kebaikan melalui perkataan, tindakan, dan kepedulian terhadap sesama. Menjadi pribadi yang setia berbuat baik di tengah berbagai tantangan merupakan wujud nyata dari iman yang hidup. Dengan demikian, umat diajak untuk tetap teguh menjalankan nilai-nilai Kristiani meskipun menghadapi lingkungan yang tidak selalu sesuai dengan harapan.
Lebih lanjut, Elisabeth menekankan bahwa kesabaran juga harus diwujudkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat. Perbedaan pendapat, karakter, dan berbagai persoalan sosial hendaknya tidak menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan. Sebaliknya, setiap umat dipanggil menjadi pembawa damai yang mampu menghadirkan pengharapan melalui sikap rendah hati, penuh kasih, dan terbuka terhadap dialog.
Melalui tema yang diangkat, pendengar dan pemirsa diajak merenungkan bahwa proses kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan manusia. Sama seperti gandum yang tetap bertumbuh meskipun dikelilingi ilalang, setiap orang beriman diajak untuk tetap setia menjalankan kehendak Tuhan, tidak menyerah pada keadaan, dan percaya bahwa setiap kebaikan yang ditanam dengan tulus akan menghasilkan buah pada waktu yang telah ditetapkan oleh Allah.
"Perumpamaan gandum dan ilalang mengajarkan kita untuk tidak mudah kehilangan harapan ketika melihat banyak hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Justru di tengah situasi seperti itulah iman kita diuji agar tetap setia berbuat baik, mengasihi sesama, dan percaya bahwa Tuhan selalu memiliki rencana terbaik bagi setiap orang. Kesabaran bukan berarti menyerah, tetapi tetap melangkah bersama Tuhan dalam setiap proses kehidupan," tutur Elisabeth.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....