Masjid Al Markaz Jadi Pusat Pertemuan Imam Masjid Se-Sulsel

  • 03 Jun 2026 01:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kota Makassar akan menjadi salah satu pusat perhatian dunia Islam di Indonesia menjelang pelaksanaan International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, konferensi imam besar dan imam masjid tingkat dunia yang akan digelar di Masjid Istiqlal Jakarta pada Juni–Juli 2026.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju forum internasional tersebut, Masjid Al Markaz Al Islami Makassar dipercaya menjadi lokasi kedua penyelenggaraan kegiatan nasional setelah peluncuran perdana di Masjid Raya Baitul Muttaqien, Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pengurus Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Sulawesi Selatan, Kanwil Kementerian Agama Sulsel, dan UIN Alauddin Makassar. Acara akan digelar pada tanggal unik dan mudah diingat, 6 Juni 2026. Dan diproyeksikan dihadiri ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Selain Makassar, rangkaian kegiatan menuju IGIC 2026 juga akan dilaksanakan di sejumlah provinsi lain, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Kesiapan pelaksanaan agenda tersebut dibahas dalam rapat pemantapan yang dihadiri Ketua Panitia H. Abdul Gaffar, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, Kepala Biro UIN Alauddin Makassar H. Anwar Abubakar, serta Ketua PW IPIM Sulsel KH. Masykur Yusuf di Aula Kanwil Kemenag Sulsel, pada Selasa 2 Juni 2026.

Dalam forum tersebut diungkapkan bahwa kegiatan bridging menuju IGIC akan dikemas dalam bentuk Seminar Nasional, Istigasah, dan Tablig Akbar. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir, di antaranya pengurus pusat IPIM, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Direktur BNPT, serta para akademisi dan cendekiawan muslim.

Forum ini akan membahas peran strategis imam masjid dalam memperkuat ketahanan spiritual masyarakat, merawat moderasi beragama, serta merumuskan platform kepemimpinan imam dalam merespons berbagai persoalan sosial-keagamaan di tingkat lokal, nasional, hingga global. Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan kepemimpinan spiritual lokal dengan dinamika peradaban global.

“Makassar dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia Timur dan salah satu simpul penting peradaban Nusantara. Kita ingin memastikan bahwa imam tidak hanya menjadi pemimpin salat, tetapi juga menjadi pemimpin peradaban yang mampu menghadirkan solusi bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Ali Yafid menambahkan, masjid di era modern perlu terus memperkuat perannya sebagai pusat literasi keagamaan untuk menangkal disinformasi, pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat dan infak, serta ruang harmonisasi sosial yang memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju IGIC 2026 yang ditargetkan menghadirkan sekitar 500 imam besar dari berbagai negara. Salah satu hasil penting yang diharapkan dari konferensi tersebut adalah lahirnya “Deklarasi Grand Imam Internasional untuk Perdamaian Global”, sebuah komitmen bersama dalam membangun dunia yang damai, toleran, dan berkeadilan.

“Kita ingin dunia melihat bahwa dari Indonesia, negara muslim terbesar yang demokratis, lahir gagasan-gagasan yang menyejukkan tentang perdamaian, toleransi, dan masa depan dunia yang lebih harmonis,” pungkas Ali Yafid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....