Jappa Jokka 2026, Harmoni Imlek dan Ramadan di Makassar
- 01 Mar 2026 19:26 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar : Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan turut menghadiri Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran 10 Kelurahan Sadar Kerukunan Kota Makassar, Sabtu 28 Februari 2026. Mengusung tema Harmony in Light, kegiatan ini menjadi simbol pertemuan cahaya perayaan Imlek dan kekhidmatan Ramadan dalam satu harmoni kebersamaan.
Acara tersebut dihadiri Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kemenag RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Makassar, FKUB Sulsel, serta jajaran Permabudhi Sulawesi Selatan. Memasuki tahun ke-21 pelaksanaannya, festival ini tak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga wadah silaturahmi dan dialog lintas agama, etnis, serta budaya.
Perayaan Imlek hingga Cap Go Meh yang kembali bertepatan dengan Ramadan menghadirkan pesan kuat tentang toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman Kota Makassar.
Kepala Pusat KUB Kemenag RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, menegaskan bahwa Jappa Jokka Cap Go Meh merupakan bagian dari strategi penguatan kerukunan umat beragama secara nasional. “Kegiatan ini menghadirkan ruang perjumpaan nyata antarumat beragama. Melalui program Indonesia Inspiration (Inspire), Kementerian Agama ingin menjadikan Indonesia sebagai rujukan dunia dalam praktik kerukunan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peluncuran 10 Kelurahan Sadar Kerukunan di Makassar yang menambah total menjadi 490 desa dan kelurahan sadar kerukunan di seluruh Indonesia. “Substansi utamanya bukan pada seremoni, melainkan bagaimana nilai kerukunan benar-benar hidup dan diamalkan dalam keseharian masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, harmoni hanya dapat terbangun melalui kerja kolektif seluruh elemen bangsa. “Bukan superman, tetapi super team. Kerukunan lahir dari kolaborasi. Di tengah dinamika global yang memanas, kita patut bersyukur Makassar dan Sulawesi Selatan tetap aman dan damai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid menekankan bahwa semua agama memiliki tujuan yang sama, yakni menebarkan kebaikan dan kedamaian. “Kerukunan tidak cukup dijaga di dalam rumah ibadah. Kita harus keluar, saling bergandengan tangan, dan merawat keharmonisan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan peran strategis tokoh agama dalam membimbing umat agar semakin mengamalkan ajaran agamanya secara substantif. “Jika setiap umat menjalankan ajaran agamanya dengan baik, maka yang tumbuh adalah kebaikan. Dari situlah kerukunan lahir secara alami,” katanya.
Ali Yafid juga menyampaikan bahwa berbagai penghargaan yang diraih Sulawesi Selatan di bidang kerukunan merupakan hasil sinergi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. “Penghargaan hanyalah konsekuensi. Yang paling penting adalah harmoni yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 turut diramaikan festival kuliner UMKM, tabligh akbar menghadirkan Das'ad Latif, serta kegiatan Heritage Run yang melintasi kawasan kota tua Makassar.
Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Kanwil Kemenag Sulsel untuk terus memperkuat moderasi beragama dan memperluas pembentukan Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai fondasi harmoni dari tingkat akar rumput. Semangat Harmony in Light pun menjadi penegasan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan cahaya yang menyatu dalam persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....