Kemenag Sulsel Lantik 670 CPNS, ASN Baru Diminta Jaga Marwah Institusi

  • 21 Mei 2026 20:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 670 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama formasi 2025 di Sulawesi Selatan resmi dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dalam prosesi yang digelar secara hybrid di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Makassar, Kamis 21 Mei 2026. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional pelantikan 16.138 PNS Kementerian Agama RI yang dipimpin langsung Menteri Agama Republik Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid, menegaskan seluruh proses pelantikan hingga penyerahan SK dilakukan secara gratis tanpa pungutan liar dalam bentuk apa pun. Menurutnya, integritas menjadi fondasi utama yang harus dijaga seluruh aparatur Kementerian Agama, termasuk para ASN baru yang mulai mengabdi di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

“Saya tetap berkomitmen berdiri tegak lurus di jalur mempertahankan integritas selaku aparatur Kementerian Agama,” tegas Ali Yafid usai penyerahan SK secara simbolis.

Ia memastikan isu mengenai adanya pungutan dalam proses pengangkatan ASN merupakan informasi yang tidak benar. “Seluruh proses pelantikan dan penyerahan SK ini gratis. Kalau ada rumor yang berkembang di luar, itu hoaks. Saya tidak pernah menginstruksikan hal tersebut, bahkan berkomitmen menghindari dan menghilangkannya,” ujarnya.

Ali Yafid berharap budaya kerja bersih dan transparan tersebut dapat diwariskan kepada generasi baru ASN Kementerian Agama di Sulawesi Selatan. Menurutnya, ASN Kementerian Agama bukan hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga harus mampu menjaga moral, etika, serta citra institusi di tengah tingginya perhatian publik terhadap pelayanan birokrasi.

“Yang dilihat hari ini adalah etika adik-adik semuanya,” katanya di hadapan ratusan CPNS yang mengikuti prosesi secara langsung maupun daring.

Dalam arahannya, Ali Yafid juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai bagian dari nilai moral yang harus dijaga seorang aparatur negara. “Jangan pernah durhaka, jangan pernah mengabaikan orang tua kalau ingin bahagia dunia dan akhirat,” pesannya.

Selain menekankan integritas dan akhlak, Kakanwil Kemenag Sulsel juga mendorong para ASN baru untuk menghadirkan inovasi layanan publik berbasis digital guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap birokrasi Kementerian Agama ke depan semakin adaptif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi informasi.

“Kalau perlu buat aplikasi supaya masyarakat tidak perlu datang lagi ke kantor,” ujarnya.

Ali Yafid menilai transformasi pelayanan publik menjadi tantangan penting bagi ASN generasi baru, terutama dalam mewujudkan birokrasi yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh CPNS menjaga marwah Kementerian Agama sekaligus mendukung penguatan zona integritas menuju birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani.

Dari total 670 CPNS Kemenag Sulsel yang dilantik, formasi terbesar berasal dari tenaga guru sebanyak 263 orang, disusul Penyuluh Agama 203 orang, Penghulu 110 orang, serta Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) lainnya sebanyak 94 orang. Mereka akan ditempatkan di berbagai kantor Kementerian Agama kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Penempatan terbanyak berada di Kabupaten Bone sebanyak 64 orang, Tana Toraja 56 orang, Luwu 48 orang, Kepulauan Selayar 45 orang, dan Luwu Timur 44 orang.

Sementara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menerima penempatan lima orang ASN baru. Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya pengabdian ratusan ASN baru di lingkungan Kementerian Agama Sulsel yang diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan keagamaan, pendidikan, serta pembinaan masyarakat di daerah masing-masing.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....