Prediksi Musim Kemarau 2026 di Berbagai Wilayah Sulsel

  • 06 Mei 2026 02:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – BMKG Wilayah IV Makassar prediksi dimulainya musim kemarau untuk berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Syamsul Bahri, Ketua Kelompok Kerja Data dan informasi BMKG Stasiun Klimotologi Sulawesi Selatan saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 4 Mei 2026 mengatakan wilayah selatan menjadi yang pertama memasuki musim kering. April akhir menjadi titik awal transisi bagi daerah-daerah di ujung selatan semenanjung.

Dikatakan, Memasuki bulan Mei, giliran wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan yang mulai didominasi cuaca kemarau. Wilayah ini mencakup pusat-pusat ekonomi seperti Makassar, Maros, Pangkep, Barru, hingga Parepare. Meskipun telah masuk jadwal kemarau, beberapa hari terakhir masih diwarnai hujan akibat masa peralihan.

“Awal musim kemarau untuk Sulawesi Selatan itu Mei ya, awal Mei ini sudah memasuki musim kemarau menurut prediksi kami Khususnya di daerah Sulawesi Selatan bagian barat, khususnya di daerah pesisir, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, tapi bagian pesisirnya saja, Itu berbeda dengan daerah pegunungannya yang masuknya lebih mundur gitu, Kalau awal musim kemaraunya di sisi barat, pesisir, itu terjadi di bulan-bulan Mei ini,” katanya kepada RRI.

Syamsul Bahri mengatakan bahwa wilayah pesisir cenderung masuk kemarau lebih cepat dibandingkan area pedalaman. Karakteristik angin laut dan darat memengaruhi kestabilan massa udara di wilayah pesisir barat. Hal ini berbeda dengan daerah pegunungan yang jadwal kemaraunya diprediksi akan sedikit terlambat atau mundur.

Dikatakan, Keterlambatan masuknya musim kemarau di daerah pegunungan memberikan sedikit waktu tambahan bagi warga setempat untuk bersiap. Namun, BMKG mengingatkan bahwa saat kemarau sudah merata, intensitasnya akan tetap dipengaruhi oleh El Nino. Tidak ada wilayah di Sulawesi Selatan yang sepenuhnya luput dari pengaruh fenomena global ini.

Ketua Kelompok Kerja Data dan informasi BMKG Stasiun Klimotologi Sulawesi Selatan ini mengatakan bahwa Setelah wilayah pesisir dan selatan, diprediksi seluruh Sulawesi Selatan akan berada dalam fase kemarau penuh pada pertengahan tahun. Puncak kekeringan akan berlangsung cukup panjang, mulai dari Agustus hingga Oktober 2026. Jadwal ini menjadi acuan penting bagi perencanaan pembangunan dan sektor pertanian daerah.

“kita akan mengalami puncak musim kemarau di bulan Agustus, September, Oktober, itu akan merata dampak El Nino-nya, Mbak Jadi memang saat ini sudah harus dipersiapkan ya,” kata Syamsul Bahri, Ketua Kelompok Kerja Data dan informasi BMKG Stasiun Klimotologi Sulawesi Selatan saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 4 April 2026.

Monitoring harian terus dilakukan karena adanya potensi gangguan atmosfer jangka pendek yang bisa mengubah pola cuaca sesaat. Gelombang Rossby dan MJO tetap dipantau sebagai faktor yang bisa membawa hujan di tengah jadwal kemarau.

Dengan adanya prediksi dari BMKG ini, diharapkan menjadi panduan krusial dalam menghadapi anomali iklim tahun ini. Ketepatan waktu dalam merespons jadwal musim sangat menentukan keberhasilan mitigasi bencana kekeringan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....