Puncak Kemarau 2026: Agustus Terpanas, 64% Wilayah Lebih Kering dari Normal
- 06 Mar 2026 12:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar : Musim kemarau 2026 tidak hanya diprediksi datang lebih awal, tetapi juga akan berdampak lebih berat. BMKG menyebut puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026, mencakup 429 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,4% dari seluruh wilayah Indonesia.
Jadwal Puncak Kemarau Per Bulan
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci proyeksi puncak kemarau sebagai berikut:
- Juli 2026 (12,6% wilayah): Sebagian Sumatra, Kalimantan tengah-utara, sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan wilayah barat Papua.
- Agustus 2026 (61,4% wilayah): Sumatra tengah-selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Papua.
- September 2026 (14,3% wilayah): Sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar NTT, Sulawesi utara-timur, Maluku Utara, dan sebagian kecil Papua.
Lebih Kering dari Biasanya
Yang patut menjadi perhatian serius adalah sifat musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dari biasanya di mayoritas wilayah. BMKG memproyeksikan kondisi berikut:
- 451 ZOM (64,5%): Kemarau Bawah Normal — lebih kering dari rata-rata historis
- 245 ZOM (35,1%): Kemarau Normal — sesuai rata-rata historis
3 ZOM (0,4%): Kemarau Atas Normal — hanya di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara
"Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya. Ini adalah sinyal kuat bagi seluruh daerah untuk bersiap dari sekarang."
Kombinasi antara kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dari normalnya ini menciptakan risiko yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mulai dari kekeringan lahan pertanian, krisis air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....