Desa Alatengae Dorong Generasi Muda Aktif dan Sportif Melalui Kompetisi
- 30 Agt 2026 22:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai pelaksanaan lomba mini soccer antardusun yang digelar di Desa Alatengae. Kompetisi ini diikuti sejumlah tim dari berbagai dusun dan menjadi salah satu kegiatan olahraga yang mendapat antusiasme dari masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, Minggu 30 Agustus 2026.
Lomba mini soccer tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang untuk memperebutkan kemenangan di lapangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga dari berbagai dusun untuk bertemu, berinteraksi, dan mempererat hubungan silaturahmi melalui olahraga.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan diberikan oleh Kepala Desa Alatengae, Abd. Azis. Sementara pelaksanaan kompetisi dikoordinasikan oleh Ketua Panitia, Resa Wijaya, bersama pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan.
"Keberadaan kompetisi antardusun dinilai memberikan ruang positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan minat mereka dalam bidang olahraga. Pertandingan juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mengasah kemampuan, membangun kerja sama tim, sekaligus belajar menghadapi tekanan dan persaingan secara sehat"ujar Resa Wijaya.
Salah satu tim yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut adalah Dusun Bulu Sipong. Tim ini berada di bawah arahan pelatih Samsul Alam, yang mendampingi para pemain dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
"Tim Bulu Sipong tampil dengan semangat dan optimisme. Para pemain berupaya menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga kekompakan selama pertandingan. Bagi mereka, setiap laga bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan meningkatkan kemampuan bermain" jelas Samsul.
"Salah satu pemain yang memperkuat tim Dusun Bulu Sipong adalah Muh. Nur Fahri. Kehadiran pemain-pemain muda seperti Fahri menjadi gambaran besarnya potensi generasi muda di desa yang membutuhkan ruang untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman kompetisi", tambahnya.
Melalui kompetisi seperti ini, kemampuan pemain tidak hanya ditempa dari sisi teknis. Para peserta juga belajar mengenai disiplin, kerja sama, komunikasi, menghormati lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.
Kegiatan olahraga antardusun juga memiliki nilai sosial yang cukup penting. Persaingan yang berlangsung di lapangan diharapkan tidak menimbulkan jarak antarmasyarakat, tetapi justru memperkuat rasa persaudaraan setelah pertandingan berakhir.
Bagi pemerintah desa, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan aktivitas positif bagi generasi muda. Dengan tersedianya ruang untuk berolahraga dan berkompetisi, para pemuda memiliki wadah untuk mengembangkan minat sekaligus menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
"Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pembinaan yang lebih terarah. Kompetisi antardusun tidak hanya berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk menemukan pemain-pemain potensial yang nantinya mampu membawa nama Desa Alatengae dalam kompetisi di tingkat yang lebih tinggi" harap Resa Wijaya.
Lomba mini soccer antardusun di Desa Alatengae pada akhirnya bukan sekadar pertandingan sepak bola. Di balik persaingan untuk mencetak gol dan meraih kemenangan, terdapat semangat membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh melalui olahraga.
Dengan dukungan pemerintah desa, panitia, pelatih, pemain, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi tradisi positif yang terus berkembang sekaligus melahirkan generasi muda yang sehat, disiplin, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....