Mengapa Sila Relevan di Era Digital?
- 22 Feb 2026 00:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena konten negatif dan ujaran kebencian marak di media sosial. Mimbar Agama Buddha menyoroti sila sebagai jawaban atas krisis etika digital. Dalam perbincangannya bersama rri, Sisilia, S.Kom, menilai degradasi moral semakin terasa. Ia menyebut hukum sebab akibat tetap bekerja meski sering diragukan.
Kutipan Mahaparinibbana Sutta disampaikan untuk menegaskan manfaat moralitas. Pelaksanaan sila disebut membawa ketenangan hingga akhir hayat. “Sila itu melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujar Sisilia. Sabtu, 21 Februari 2026. Ia mencontohkan kejujuran membuat orang lain merasa aman dan percaya.
Menurutnya, tanpa sila seseorang mudah terjerumus gosip, kebohongan, dan tindakan merugikan. Pelanggaran moral hanya memperpanjang rantai penderitaan. Ia menegaskan, pelaksanaan sila berdampak sosial luas. Lingkungan sekitar merasa nyaman karena tidak terancam perbuatan buruk.
“Begitu kita mempraktikkan sila, kita tidak mungkin mencelakakan orang lain,” katanya. Ia menyebut ini inti perlindungan sosial dalam ajaran Buddha.
Selain ketenangan batin, sila diyakini membawa nama baik dan kepercayaan publik. Moralitas menjadi modal sosial penting di tengah era keterbukaan informasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....