Wisata Dituliskan Dorong Gen Z Promosikan Pariwisata Digital

  • 28 Mei 2026 14:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Wisata yang Dituliskan adalah inspirasi pariwisata digital untuk mengajak semua kalangan masyarakat terlebih para Gen Z menjadi pemberi informasi wisata. Demikian perbincangan bersama Instruktur Penulis Buku, Ismail dan Dirk Sandarupa, Dosen dan Praktisi Pariwisata Sulsel di RRI.

“Jadi, Wisata yang Dituliskan ini punya maksud dan tujuan, ini juga adalah inspirasi ketika saya bertemu dengan Bapak Ismail ketika saya mengundang beliau di kelas saya mengenai tentang pariwisata, Kita di era digitalisasi sekarang kan kalau kita melihat Gen Z paling kalau dikatakan digital, paling mereka larinya ke IG, TikTok, ya, atau sosial media manapun memang minat tapi untuk sisi tulisan atau literasi ini memang agak kurang,” ungkap Dirk Sandarupa kepada RRI.

Dikatakan, lewat Wisata yang dituliskan dapat memadukan antara era digitalisasi sekarang untuk menarik para generasi-generasi Gen Z agar tidak melihat hanya digital sebagai sebuah tren, tetapi melihat juga bahwa di era digitalisasi ini mereka berkontribusi menjadi pemberi informasi khususnya informasi pariwisata,

“Nah, ini kemarin bagaimana kita memadukan di era digitalisasi sekarang, atau di era sekarang ini, kita bagaimana meng-guide generasi-generasi Gen Z ini supaya mereka tidak melihat hanya digital sebagai sebuah tren, tetapi melihat juga bahwa di era digitalisasi ini mereka apa yang bisa mereka kontribusi terhadap mereka punya jurusan, termasuk salah satunya pariwisata," kata Dirk Sandarupa dalam perbincangan bersama RRI di program Obsesi

Sementara itu, dari sudut pandang industri penerbitan dan gerakan literasi, Instruktur Penulis Buku, Ismail mengatakan program wisata yang dituliskan ini dinilai memiliki urgensi yang sangat tinggi untuk memperbarui cara publikasi destinasi lokal. Sektor pariwisata tidak boleh hanya bergantung pada promosi visual yang singkat, melainkan membutuhkan dokumentasi tertulis yang kuat. Hal ini penting agar nilai sejarah, geografis, dan kebudayaan dari suatu destinasi dapat tersampaikan dengan utuh serta bertahan dalam jangka panjang.

Lebih lanjut Ismail menegaskan bahwa tulisan mengenai pariwisata memiliki peran krusial yang lebih dalam dari sekadar media promosi. Baginya, karya literasi pariwisata yang dihasilkan oleh anak muda merupakan sebuah sarana penghubung yang kokoh untuk menjaga eksistensi nilai-nilai lokal agar tidak tergerus zaman.

"Kami melihat bahwa Wisata yang Dituliskan di sini itu sebagai jembatan emas untuk pelestarian budaya, Connecting, ada yang mengkoneksikan antara pelestarian budaya, dokumentasi geografis, dan destinasi-destinasi yang ada. Itu yang perlu di-update, dipublikasikan melalui literasi yang dituliskan itu tadi," jelas Ismail kepada RRI.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....