Sebanyak 24 Sekolah Terima SK Calon Adiwiyata
- 14 Feb 2026 13:28 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar – Sosialisasi Permen LH/BPLH Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Adiwiyata digelar di Aula SMK Telkom Makassar, Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Mewujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan Menuju Kota Makassar Mulia” dan diikuti para kepala sekolah negeri maupun swasta se-Kota Makassar.
Sebanyak 24 calon Sekolah Adiwiyata menerima SK sebagai wujud komitmen membangun budaya lingkungan di satuan pendidikan. Penyerahan SK tersebut menjadi langkah awal mendorong peningkatan capaian Adiwiyata di berbagai tingkatan.
Hadir sebagai narasumber, Oktofin Pali, S.T., M.Pd dengan materi “Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan”, serta Nur Afiani, S.P., M.Si yang memaparkan penguatan implementasi sekolah berbudaya lingkungan secara berkelanjutan. Di sela kegiatan, Ketua Penyelenggara Sosialisasi, Juli Astuti, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rencana Dinas Pendidikan untuk mempercepat peningkatan jumlah sekolah Adiwiyata mandiri, nasional, provinsi, dan kota.
“Sosialisasi ini sebenarnya bagian dari rencana Dinas Pendidikan untuk mempercepat capaian jumlah sekolah Adiwiyata mandiri, nasional, provinsi, dan kota. Target kami 24 sekolah calon Adiwiyata mandiri, 89 nasional, 90 provinsi, dan 100 kota,” ujarnya.
Astuti yang juga Kepala Sekolah SD Rappocini berharap capaian tahun 2026 meningkat dibanding 2025. “Tahun 2025 baru satu sekolah Adiwiyata mandiri dan 10 nasional. Kami berharap tahun 2026 jumlah sekolah mandiri, nasional, provinsi maupun kota bisa meningkat signifikan,” katanya.
Ia optimistis jika minimal 50 persen sekolah di Makassar mampu naik level, maka Kota Makassar dapat mencatatkan rekor sebagai daerah dengan capaian Adiwiyata mandiri dan nasional terbanyak saat penerimaan penghargaan di Jakarta.
Menurutnya, tantangan terbesar selama ini adalah konsistensi dan keberlanjutan program. Banyak sekolah yang sudah meraih predikat Adiwiyata namun tidak melanjutkan pembinaan sehingga levelnya menurun.
“Kunci menuju Adiwiyata mandiri adalah memiliki sekolah binaan. Syarat mutlaknya, dua sekolah binaan tersebut harus lolos ke level di atasnya. Ini yang kami programkan agar ada keberlanjutan,” jelasnya.
Astuti menambahkan, dukungan pemerintah kota sangat besar. Ia menyebut Ketua Dewan Pembina Kota dan Wali Kota Makassar mendorong agar jumlah sekolah Adiwiyata terus bertambah karena capaian tersebut juga menjadi indikator penting dalam penilaian Adipura.
Dengan semangat kolaborasi dan konsistensi, panitia yang terdiri dari sembilan sekolah Adiwiyata mandiri sebagai perintis kegiatan berharap Makassar dapat menjadi barometer sekolah Adiwiyata di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia Timur.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....