Marak Tembak Mainan di Makassar, Polrestabes Makassar Beri Imbauan
- 06 Mar 2026 10:52 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Fenomena permainan senjata mainan kini tengah marak di Kota Makassar, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat karena potensi bahaya yang ditimbulkan, terutama saat dimainkan di area publik.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin saat berbincang dengan RRI dalam dialog Makassar Menyapa pagi, Kamis, 5 Maret 2026 menjelaskan bahwa meskipun hanya berupa mainan, senjata tersebut tetap memiliki risiko cedera serius. Beliau mengungkapkan adanya insiden nyata di Manggala, di mana seorang anak berusia 11 tahun mengalami cacat mata akibat terkena tembakan peluru mainan tersebut.
Kondisi ini membuktikan bahwa sasaran tembak pada bagian tubuh vital sangat berbahaya bagi keselamatan fisik. “kalau dilihat dari jenis senjatanya memang berupa mainan, tapi bisa juga berbahaya kalau misalnya digunakan mungkin sasarannya mengenai pada bagian tubuh kita seperti mata atau yang vital itu bisa berbahaya juga karena memang sudah ada kejadian di Manggala itu anak kecil umur 11 tahun itu kena matanya akhirnya mengalami cacat mata saya kira tentu tetap berbahaya kalau dilakukan dengan sasaran yang memang bagian vital pada tubuh kita,” katanya kepada RRI
Lebih lanjut, Kompol Wahiduddin menekankan bahwa lokasi bermain yang tidak tepat, seperti jalan raya, menambah daftar risiko kecelakaan. Anak-anak yang berkumpul sambil berkendara motor dan saling tembak dapat mengganggu konsentrasi pengguna jalan lainnya serta membahayakan diri mereka sendiri. Polisi mengimbau agar permainan ini dilakukan di tempat yang lebih aman seperti lapangan terbuka atau halaman rumah.
“tentu kita menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama orang tua untuk tetap dalam pengawasan anak kita mau bermain Apalagi sekarang ini fenomenanya saya lihat itu bermainnya di jalanan Itu lebih berbahaya lagi kalau misalnya main di jalan raya kemudian ada ketabrak kendaraan atau mereka menabrak orang pada saat dia menggunakan kendaraan sambil main,” ungkapnya
Dikatakan, Selain risiko fisik, potensi konflik sosial yang bisa muncul akibat permainan ini. Perselisihan antar kelompok remaja dapat dipicu oleh perasaan tidak terima saat ada yang terluka atau merasa dicurangi dalam permainan tembak-tembakan tersebut. Hal ini dikhawatirkan dapat berkembang menjadi tawuran jika tidak segera diantisipasi oleh pihak keamanan dan orang tua.
Sebagai langkah nyata, Polrestabes Makassar telah melakukan penertiban dengan mengamankan sejumlah senjata mainan dan membubarkan kerumunan anak-anak di jalanan. Pihak kepolisian juga memberikan pembinaan dan edukasi langsung kepada mereka agar memahami risiko dari tindakan tersebut. Meskipun tindakan hukum belum sepenuhnya diterapkan, pendekatan persuasif terus digalakkan demi menjaga ketertiban umum.
“Walaupun memang belum ada sampai dilakukan tindakan hukum, tapi himbauan-himbauan dengan edukasi-edukasi tetap kita lakukan. Kalau memang kita temukan, kita hentikan agar jangan main di jalan,” katanya dalam perbincangan dengan RRI.
Ke depannya, pihak kepolisian berencana menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sekolah-sekolah di Makassar. Kerjasama ini bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap siswa yang rata-rata menjadi pelaku utama permainan ini.
Kompol Wahiduddin mengajak seluruh masyarakat dan orang tua untuk lebih bijak dalam mengarahkan kegiatan anak-anak, terutama di bulan suci Ramadhan, agar waktu luang diisi dengan kegiatan ibadah yang lebih bermanfaat dan positif. Kesadaran bersama diharapkan dapat menciptakan suasana kota yang aman dan kondusif selama bulan puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....