Salam lintas Agama, Simbol Kerukunan dan Toleransi Beragama

  • 20 Nov 2025 09:41 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Indonesia memiliki salam lintas agama sebagai bentuk penghormatan terhadap kemajemukan masyarakat yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. Salam tersebut adalah ucapan salam yang berasal dari agama-agama di Indonesia, yakni assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya dan Salam Kebajikan.

Berdasarkan Pasal 1 UU PNPS No 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, terdapat enam agama resmi yang dianut oleh penduduk Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Ucapan salam pembuka lintas agama tersebut merepresentasikan salam dari setiap agama yang diakui secara resmi di negara ini. Salam lintas agama yang dipraktikkan pada kegiatan-kegiatan resmi ini sebenarnya dimaksudkan sebagai salam penghormatan kepada seluruh pemeluk agama, sekaligus sebagai simbol kerukunan dan toleransi beragama.

Melalui ucapan salam lintas agama, masyarakat Indonesia berupaya menunjukkan sikap toleransi dan menghormati keberagaman agama di negara ini. Salam-salam tersebut mencerminkan semangat untuk hidup berdampingan dalam keharmonisan dan saling menghormati antar umat beragama. Dalam keberagaman agama di negara Indonesia, nilai-nilai universal seperti perdamaian, persaudaraan, kebaikan, dan kebajikan menjadi dasar dalam membangun hubungan yang saling menghormati dan mendukung satu sama lain.

Dikutip dari NU Lampung online Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof H Wan Jamaluddin mengatakan bahwa Indonesia memiliki salam lintas agama sebagai bentuk penghormatan terhadap kemajemukan masyarakat yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya.

" Salam tersebut adalah ucapan salam yang berasal dari agama-agama di Indonesia, Salah satu fungsi ucapan salam pembuka adalah kalimat tegur sapa dan bentuk penghormatan kepada semua pemeluk agama. Penting untuk dipahami, dengan mengucapkan salam dari agama lain, hal tersebut tidak berarti level keimanan dan keyakinan seseorang menjadi berkurang", ungkapnya.

Sebaliknya, salam dari agama lain dapat menjadi bentuk toleransi, penghargaan, dan pengakuan terhadap perbedaan agama yang ada di masyarakat. Penting untuk diingat juga, dalam pluralitas agama, setiap individu memiliki kebebasan untuk menjalankan agamanya sendiri. Ucapan salam pembuka lintas agama atau mengucapkan salam dari agama lain bukan berarti menggantikan keyakinan pribadi, tetapi lebih merupakan sikap inklusif dan menghormati keberagaman dalam masyarakat", ungkap Raden.

Tradisi mengucapkan salam 5 agama telah menjadi ciri khas Indonesia dalam menyelenggarakan acara-acara resmi kenegaraan, mulai dari upacara peringatan hari besar nasional hingga pertemuan lintas agama, Praktik salam 5 agama ini menggambarkan bagaimana Indonesia berhasil membangun model toleransi beragama yang dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain di dunia. Melalui salam 5 agama, setiap individu dari berbagai latar belakang keyakinan dapat merasakan pengakuan dan penghormatan atas identitas keagamaannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....