Wamenpar: Kunjungan Wisatawan Nusantara dan Mancanegara Terus Tumbuh

  • 19 Sep 2026 12:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, masih menunjukkan pertumbuhan positif hingga saat ini. Hal tersebut disampaikan Ni Luh Puspa saat menghadiri kegiatan Dies Natalis ke-35 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar di Kampus Poltekpar Makassar, Sabtu, 19 September 2026.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata bagi wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah terus mencermati perkembangan sektor pariwisata, termasuk perubahan kondisi global yang dapat memengaruhi pola perjalanan wisatawan.

Ia menilai kondisi geopolitik dan geoekonomi yang terus berubah membuat sektor pariwisata perlu melakukan penyesuaian, terutama dalam menentukan pasar yang menjadi sasaran promosi. “Dan kita lihat juga kunjungan wisatawan, baik itu mancanegara maupun wisatawan nusantara, saat ini masih terus tumbuh positif dan kami tetap optimistis bahwa Indonesia masih menjadi destinasi tujuan dari wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara,” ujar Ni Luh Puspa.

Untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut, Kementerian Pariwisata melakukan adaptasi pasar dengan memperkuat segmen wisatawan dari kawasan yang memiliki akses relatif dekat ke Indonesia. Strategi tersebut dilakukan dengan memperkuat pasar medium haul dan short haul, khususnya negara-negara di kawasan Asia dan Oseania.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pasar pariwisata Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Adaptasi pasar dinilai penting agar promosi pariwisata tetap menjangkau wisatawan potensial.

Selain penguatan pasar, Kementerian Pariwisata juga terus menggandeng pelaku industri melalui berbagai kegiatan promosi, termasuk sales mission dan keikutsertaan dalam pameran pariwisata. “Kami tetap harus adaptif terhadap perubahan dan ketika kondisi geopolitik, geoekonomi berubah, kami langsung melakukan adaptasi pasar dengan memperkuat pasar yang medium haul dan juga short haul seperti Asia dan Oseania. Dan itu akan terus kami pertahankan,” katanya.

Pihaknya juga mendorong penguatan pemasaran pariwisata melalui ruang digital maupun promosi secara langsung. Kolaborasi dengan industri diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi sekaligus mempertahankan pertumbuhan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....