Sebanyak 26 Madrasah di Bantaeng Disurvei, Ada Harapan untuk Rehabilitasi
- 16 Sep 2026 19:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 26 madrasah di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, masuk dalam survei kondisi bangunan sebagai bagian dari proses pengusulan bantuan rehabilitasi. Survei tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masing-masing madrasah sebelum usulan bantuan diproses ke tingkat yang lebih tinggi.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, Salam mengatakan survei menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan rehabilitasi madrasah sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal itu disampaikannya saat mendampingi Tim Survei PUPR di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Onto, mewakili Kepala Kantor Kemenag Bantaeng.
“Semoga semua madrasah yang disurvei, mulai 1 sampai 3 September dan dilanjutkan 14 sampai 15 September, bisa mendapatkan rehabilitasi,” tutur Salam, dilansir dari keterangan resminya, Rabu 16 September 2026. Harapan tersebut mencakup seluruh madrasah yang telah masuk dalam rangkaian survei, dengan bantuan nantinya disesuaikan berdasarkan tingkat kebutuhan bangunan.
Menurut Dr. Salam, sebanyak 26 madrasah menjadi sasaran survei yang dilakukan oleh dua kelompok tim. Tim turun langsung untuk melihat kondisi fisik madrasah sehingga hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan dalam proses pengusulan bantuan rehabilitasi. “Jadi, sebanyak 26 madrasah yang disurvei dengan dua kelompok tim, ada Pak Nasrum dan Ibu Zaenab. Semoga bisa mendapatkan rehabilitasi, baik sedang maupun berat,” sambungnya.
Puluhan madrasah yang disurvei tersebar dalam daftar satuan pendidikan yang menjadi sasaran pemeriksaan, mulai dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah. Di antaranya MIS Al-Hidayah Labbo, MTsS Muhammadiyah Bantaeng, MIS As-Salam Batuloe, MAS Ponpes DDI Mattoanging, MIS Ma’arif Biangloe, dan MTs Nurul Al-Ihsan.
“Semoga bisa mendapatkan rehabilitasi, baik sedang maupun berat,” kata Dr. Salam. Penilaian kondisi bangunan melalui survei menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan masing-masing madrasah, sehingga tidak seluruh usulan harus diperlakukan dengan tingkat penanganan yang sama.
Madrasah lain yang masuk dalam survei yakni MTs Raodatusshalihin Tala-Tala, MIS Darul Ilmi Parasula, MTsS Ma’arif Banyorang, MA Yapni Bonto Tappalang, MTsS Darul Ilmi Al Islamy Dongkokang, MIS Darul Ilmi Al-Islamy, MIS Qaulan Nabhan Bulu-Bulu, hingga MTs Sinoa. Selanjutnya terdapat MIS Biring Ere, MTs Al-Khairat Bulo-Bulo, MTs Muhammadiyah Panaikang, MTs Al-Mansur Biangloe, serta MTs Ma’arif NU Uluere.
“Selanjutnya akan diserahkan ke pusat untuk ditinjau, apakah madrasah ini layak mendapatkan bantuan Rehabilitasi atau tidak,” ungkap Dr. Salam. Dengan demikian, hasil survei 26 madrasah tersebut belum otomatis berarti seluruhnya menerima bantuan karena masih harus melalui proses peninjauan dan penilaian di tingkat pusat.
Selain nama-nama tersebut, daftar survei mencakup Madrasah Ibtidaiyah Onto, MIS Darul Falah DDI Mattoanging, MIS Ma’arif Borongkapala, MIS Ma’arif Bakarayya, MAS Ma’arif Lasepang, MTs As’adiyah Ereng-Ereng, dan MIS Cendika Saukang. Seluruhnya menjadi bagian dari data kondisi madrasah yang akan digunakan dalam proses pengusulan rehabilitasi.
Dr. Salam menjelaskan, survei dilakukan bukan sekadar untuk mendata kondisi bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari tahapan sebelum usulan bantuan diproses lebih lanjut. “Selanjutnya akan diserahkan ke pusat untuk ditinjau,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan lapangan nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk melihat kelayakan setiap madrasah sebagai penerima bantuan rehabilitasi. “Apakah madrasah ini layak mendapatkan bantuan Rehabilitasi atau tidak,” kata Dr. Salam, menegaskan bahwa keputusan akhir masih berada pada tahapan peninjauan di tingkat pusat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....