Sebanyak 11.888 Warga Makassar Terdampak Kekeringan Terima Bantuan Air Bersih

  • 08 Sep 2026 11:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 11.888 jiwa atau 3.607 kepala keluarga (KK) di Kota Makassar menerima bantuan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Bantuan air bersih disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muh Fadli, mengatakan distribusi dilakukan secara bertahap dengan menyasar wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih. “Penyaluran air bersih ini kami prioritaskan untuk masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Muh Fadli, Selasa, 8 September 2026.

Berdasarkan data BPBD Makassar per Senin, 7 September 2026 pukul 22.00 WITA, distribusi air bersih telah dilakukan sebanyak 41 rit. Dari seluruh distribusi tersebut, volume air bersih yang telah disalurkan mencapai 172.300 liter kepada masyarakat di berbagai wilayah Kota Makassar.

Penyaluran mencakup 8 kecamatan dan 21 kelurahan dengan total 41 titik distribusi yang menjadi lokasi pelayanan air bersih bagi warga terdampak. Delapan kecamatan tersebut yakni Biringkanaya, Bontoala, Manggala, Panakkukang, Tallo, Tamalanrea, Ujung Tanah, dan Makassar.

Fadli menegaskan BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Distribusi akan diarahkan ke wilayah yang kondisi kekeringannya membutuhkan penanganan. “Kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan air bersih dapat menjangkau warga yang membutuhkan,” ujar Fadli.

Dalam pelaksanaan distribusi, BPBD Makassar didukung 21 unit armada terdiri dari mobil Damkar, dump truck, mobil tangki PMI, pikap BPBD, mobil tangki DLH, mobil kecamatan, hingga mobil tangki BBWS Pompengan Jeneberang.

Selain armada, kegiatan tersebut melibatkan personel dari BPBD, Damkar, PMI, kecamatan, BBWS Pompengan Jeneberang, dan Dinas Lingkungan Hidup. Muh Fadli mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....