Pembangunan KDKMP Maros Capai 65 Persen, 31 Titik Telah Rampung

  • 08 Sep 2026 11:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Pemerintah Kabupaten Maros bersama pihak pelaksana terus mempercepat pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. Hingga 7 September 2026, sebanyak 31 dari total 48 titik pembangunan telah mencapai progres 100 persen. Capaian tersebut setara dengan sekitar 65 persen dari keseluruhan titik yang dibangun. Sementara 17 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan menjadi fokus percepatan dalam beberapa pekan ke depan.

Pelaksana pembangunan menargetkan seluruh gerai dan gudang KDKMP tersebut dapat diselesaikan pada akhir September 2026. Namun, jika masih terdapat pekerjaan yang belum selesai, penyelesaiannya diharapkan tidak melewati awal Oktober. Target tersebut menjadi penting karena penyelesaian fisik bangunan bukan satu-satunya tahapan yang harus dilalui sebelum KDKMP dapat dimanfaatkan. Setelah bangunan selesai, masih terdapat proses verifikasi dan validasi serta serah terima sarana dan prasarana pendukung.

Dari 23 Menjadi 31 Titik Rampung

Perkembangan pembangunan menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan capaian sebelumnya. Pada 12 Juli 2026, dari 48 gerai dan gudang yang dibangun di Maros, tercatat 23 titik telah mencapai progres 100 persen. Pemerintah daerah saat itu masih menunggu laporan terbaru dari pihak TNI mengenai perkembangan pembangunan di seluruh titik.

Memasuki 7 September 2026, jumlah titik yang dinyatakan selesai 100 persen meningkat menjadi 31 titik. Artinya, dalam rentang waktu tersebut terdapat tambahan delapan titik yang berhasil dirampungkan. Meski demikian, masih tersisa 17 titik yang harus diselesaikan. Pemerintah daerah masih menunggu pembaruan data secara menyeluruh dari pihak pelaksana untuk mengetahui secara detail progres masing-masing titik.

Cuaca Jadi Salah Satu Kendala

Pembangunan KDKMP di Maros pada dasarnya memiliki target pengerjaan sekitar 90 hari untuk setiap titik. Namun, target tersebut tidak seluruhnya berjalan sesuai rencana. Sejumlah titik mengalami keterlambatan karena kondisi lapangan, termasuk faktor cuaca.

Kondisi tersebut terutama terjadi ketika pekerjaan berhadapan dengan musim hujan. Hujan dapat menghambat sejumlah pekerjaan konstruksi sehingga waktu penyelesaian menjadi lebih panjang. Pihak pelaksana menyebut terdapat pekerjaan yang mengalami keterlambatan hingga beberapa bulan. Meski demikian, percepatan terus dilakukan untuk mengejar penyelesaian seluruh titik. Pembangunan sendiri tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Maros, sehingga kondisi setiap lokasi tidak selalu sama.

Pemerintah Siapkan Tim Verifikasi

Di tengah percepatan pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Maros juga menyiapkan tahapan setelah bangunan selesai. Pemerintah daerah akan membentuk tim verifikasi dan validasi pembangunan gerai dan gudang KDKMP.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kadis Koperindag) Kabupaten Maros Andi Sam Sophyan memuturkan bahwa tim tersebut bertugas memastikan bangunan yang telah selesai benar-benar memenuhi persyaratan sebelum dilakukan serah terima. "Pembentukan tim ini telah beberapa kali dibahas dalam rapat lintas instansi. Pembahasan dilakukan di sejumlah lokasi dan kembali diperkuat dengan adanya surat terkait percepatan pembentukan tim verifikasi dan validasi pembangunan gerai dan gudang KDKMP" ujarnya Senin 7 September 2026.

Pemerintah daerah juga telah menyampaikan surat kepada sejumlah perangkat daerah yang akan terlibat. "Namun hingga kini, Surat Keputusan pembentukan tim masih dalam proses pemeriksaan di Bagian Hukum. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan dasar hukum, konsideran, tugas dan kewenangan tim telah sesuai sebelum SK ditetapkan. Dan setelah SK dinyatakan final, tim akan segera bekerja melakukan verifikasi di lapangan" urainya.

Tim Melibatkan Lintas Instansi

Tim verifikasi dan validasi dirancang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah. Selain unsur Sekretariat Daerah dan Dinas Koperasi, tim juga melibatkan perangkat yang menangani pemerintahan desa serta pemerintahan kelurahan.

Instansi teknis juga akan dilibatkan sesuai kebutuhan. Bagian yang menangani pengadaan dapat memberikan penilaian dari sisi proses pengadaan, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum berkaitan dengan pemeriksaan aspek fisik pembangunan. Dinas Penanaman Modal juga dapat dilibatkan untuk memastikan aspek perizinan dan legalitas yang diperlukan. Pelibatan lintas sektor tersebut dimaksudkan agar pemeriksaan tidak hanya melihat apakah bangunan telah berdiri, tetapi juga memastikan seluruh persyaratan yang dibutuhkan telah terpenuhi.

TNI Pantau Pembangunan Setiap Hari

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1422 Maros Letkol.Arm Agung Yuhono menuturkan bahwa pihak TNI memiliki sistem pemantauan tersendiri terhadap pembangunan KDKMP. "Untuk wilayah Maros, laporan pembangunan dilakukan secara berjenjang. Kodim 1422 Maros menyampaikan laporan kepada Korem, kemudian diteruskan ke Kodam hingga Mabes TNI. Selain laporan berjenjang, terdapat pula sistem pelaporan melalui aplikasi yang dipantau oleh Agrinas." urai Dandim 1422 Maros.

"Babinsa di setiap wilayah menjadi salah satu ujung tombak pemantauan pembangunan. Mereka diwajibkan berada di wilayah masing-masing untuk melihat perkembangan pembangunan dan menyampaikan laporan setiap hari. Melalui mekanisme tersebut, progres masing-masing titik dapat dipantau secara berkala" jelasnya.

Kejar Target Akhir September

Dengan 31 titik telah rampung dan 17 titik masih dalam pengerjaan, percepatan kini menjadi pekerjaan utama. Pelaksana pembangunan berharap seluruh 48 gerai dan gudang dapat diselesaikan pada akhir September 2026. Target tersebut sekaligus menjadi batas penting sebelum memasuki tahapan verifikasi, validasi dan serah terima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....