Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Siapkan Distribusi Air Bersih di 24 Titik
- 25 Agt 2026 21:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyiapkan rencana pendistribusian air bersih pada Rabu, 26 Agustus 2026, bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Rencana distribusi tersebut mencakup 24 titik yang tersebar di sejumlah kelurahan dan kecamatan, di antaranya Kecamatan Biringkanaya, Tallo, dan Ujung Tanah. Titik distribusi disiapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Data rencana distribusi BPBD Makassar mencatat sejumlah lokasi di Kecamatan Biringkanaya, seperti Kelurahan Untia, Bakung, Bulurokeng, dan Pannampu. Sementara di Kecamatan Tallo, distribusi mencakup beberapa titik di Kelurahan Tallo, Buloa, Lemba, serta Kaluku Bodoa.
Selain itu, terdapat titik distribusi di Kelurahan Pattingalloang dan Pattingalloang Baru, Kecamatan Ujung Tanah, serta sejumlah lokasi lainnya yang masuk dalam pemetaan kebutuhan air bersih masyarakat. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muh Fadli mengatakan pendistribusian air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan. Menurutnya, penyaluran harus dilakukan secara tepat sasaran agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
"Pendistribusian air bersih ini harus dikawal dengan baik agar sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Muh Fadli, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, pengawalan distribusi menjadi penting karena kebutuhan air bersih di setiap wilayah berbeda. Karena itu, koordinasi dengan aparat wilayah hingga tingkat RT dan RW diperlukan untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan masyarakat penerima dapat terlayani.
Rencana distribusi juga menunjukkan adanya variasi jumlah masyarakat yang membutuhkan air bersih di setiap titik. Beberapa lokasi memiliki jumlah kepala keluarga dan jiwa yang relatif besar sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam proses penyaluran air.
BPBD Makassar juga mencantumkan kontak person di setiap titik distribusi untuk memudahkan koordinasi di lapangan. Informasi tersebut diharapkan dapat mempercepat komunikasi antara petugas, pemerintah wilayah, dan masyarakat ketika distribusi air dilakukan.
Fadli menegaskan bahwa penyaluran air bersih tidak hanya menjadi bentuk penanganan terhadap dampak kekeringan, tetapi juga menunjukkan kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Ia berharap kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan dapat terbantu. Pemerintah juga terus mendorong koordinasi lintas wilayah agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....