BBLSDM Komdigi Makassar Latih Pegawai RRI, Perkuat Kompetensi di Era Digital
- 24 Agt 2026 14:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia dan Digital (BBLSDM/BBPSDMP) Komdigi Makassar menggelar pelatihan bagi pegawai Radio Republik Indonesia (RRI) untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Pelatihan ini berlangsung pada Senin 24 hingga 28 Agustus 2026 melalui aplikasi zoom atau secara daring. Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai RRI Stasiun Makassar dan RRI SP Bone. Pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mendorong peserta untuk mempraktikkan langsung materi yang diberikan selama kegiatan.
Seluruh peserta mengikuti program pelatihan yakni Artificial Intelligence for Content Creation (AICC).
Kepala BBLSDM/BBPSDMP Komdigi Makassar, Baso Saleh, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pegawai RRI agar mampu mengikuti perubahan ekosistem media yang semakin berkembang ke ruang digital.
Menurutnya, RRI saat ini tidak hanya menjadi media untuk menyampaikan informasi dan hiburan melalui siaran suara. Perkembangan teknologi membuat RRI juga perlu memperkuat pemanfaatan berbagai kanal digital untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Keberadaan RRI saat ini tidak hanya kita gunakan untuk mendengarkan informasi dan hiburan, tetapi sudah berkompetisi dengan berbagai kanal digital yang dimiliki. Karena itu, ini menjadi tantangan. Kita semua tahu RRI menjadi salah satu tulang punggung penyebaran informasi produktif untuk masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Baso, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat sehingga peningkatan kompetensi pegawai harus dilakukan secara berkelanjutan. Kemampuan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting agar RRI dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.
Pelatihan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga hari dengan metode yang lebih banyak menekankan praktik. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diarahkan menghasilkan proyek sebagai bentuk penerapan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam produksi konten. Peserta diminta membuat konten dengan memanfaatkan teknologi AI, namun tetap mengikuti rambu-rambu penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
“Ini bagian dari kerja sama yang akan terus kita bangun bersama RRI, bagaimana kompetensi ASN serta karyawan dan karyawati di seluruh RRI terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi digital yang sangat cepat, termasuk pemanfaatan artificial intelligence,” jelas Baso.
Baso berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan personal peserta, tetapi juga memberikan dampak terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi RRI secara keseluruhan. Dengan kompetensi yang semakin kuat, pegawai RRI diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara tepat, kreatif, dan bertanggung jawab untuk mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....