BPBD Makassar Salurkan 5.000 Liter Air ke 23 Titik Kekeringan

  • 22 Agt 2026 15:11 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kota Makassar, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muh Fadli mengatakan, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke 23 titik kekeringan yang membutuhkan pasokan air.

Penyaluran air bersih dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, persoalan kekeringan menjadi salah satu kondisi yang harus segera ditangani karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Banyak hal yang bisa kita tunda, tetapi untuk kekeringan dan bagaimana kesusahan masyarakat, itu hal yang harus kita utamakan. Sehingga hari ini kita melakukan penyaluran air bersih untuk masyarakat,” ujar Muh Fadli.

Ia menyebut, pemerintah bersama sejumlah stakeholder akan terus mengawal proses distribusi air bersih agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan. Fadli juga menegaskan kegiatan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah air yang disalurkan, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

“Bukan seberapa banyak air dalam tangki mobil ini yang kita curahkan dan antarkan kepada masyarakat, tetapi kita membuktikan bahwa kita hadir di tengah kesusahan masyarakat. Pemerintah hadir dalam setiap kekurangan air di masyarakat,” katanya.

Dalam pelaksanaan distribusi, personel diminta memberikan pelayanan secara cepat, tepat, terarah, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat penerima bantuan. Hal ini dinilai penting karena kondisi kekurangan air dapat memicu kepadatan dan desakan warga ketika bantuan tiba di lokasi. Karena itu, petugas di lapangan diminta tetap mengutamakan pelayanan yang tertib dan menghindari potensi gesekan.

Fadli menilai ketersediaan air sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Menurutnya, kekeringan yang berkepanjangan juga dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila tidak segera diintervensi. “Harapan kami, kita bisa buktikan bahwa kita akan selalu hadir untuk masyarakat di tengah kekeringan ini. Intervensi ini betul-betul akan memberikan resiliensi, membuat masyarakat bertahan sehingga kekeringan yang berdampak sistemik ini bisa kita lalui nantinya,” jelasnya.

Penyaluran air bersih tersebut melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan stakeholder terkait, di antaranya personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran serta Palang Merah Indonesia (PMI). Pemerintah berharap bantuan dapat meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar air bersih tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

Adapun kecamatan yang paling terdampak kekeringan di antaranya Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....