Cara Pertolong Pertama Korban Kebakaran

  • 17 Agt 2026 09:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Masyarakat awam kerap bingung saat harus menolong korban di lokasi kebakaran. Dokter muda Andi Hafidzah Qurani Salsabila membagikan langkah pertolongan pertama yang aman dilakukan warga.

Andi Hafidzah Qurani Salsabila, S.Ked, koas Ilmu Kedokteran Masyarakat FK UMI, menjelaskan hal itu dalam program Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah pertama adalah membawa korban ke tempat yang tenang dan aman.

"Kita tenangkan dulu korban karena bisa jadi sesaknya itu bukan karena asap tapi karena dia panik," ujar Andi Hafidzah. Ia menyarankan warga memastikan kesadaran korban dengan menanyakan nama sambil mengajak bernapas rileks.

Warga diminta tidak mengerumuni korban luka bakar meski berniat membantu. Kerumunan dikhawatirkan memperparah kepanikan dan menghambat penanganan yang tepat sasaran.

Jika baju atau tubuh korban masih terbakar, ia melarang korban berlari mencari pertolongan. Berlari justru memperbesar api karena terpicu angin di sekitar tubuh korban.

"Langsung saja kita jatuhkan diri ke tanah terus berguling-guling," kata Andi Hafidzah. Cara tersebut dinilai sudah lama disosialisasikan oleh petugas pemadam kebakaran kepada masyarakat.

Untuk api berskala kecil, warga sebenarnya diperbolehkan membantu memadamkan menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Namun jika api sudah membesar, warga diminta segera mengevakuasi diri dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Andi Hafidzah menegaskan warga awam sebaiknya tidak mengambil alih penanganan luka bakar yang cukup parah. "Sebaiknya jangan, karena bisa memperparah kalau bukan yang ahli," tegas Andi Hafidzah.

Ia berpesan warga Makassar mewaspadai risiko kebakaran di tengah cuaca panas saat ini. Menjaga penggunaan listrik dan memantau ranting kering di sekitar rumah dinilai penting sebagai langkah pencegahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....