Viral Belum Tentu Laris, Ini Ukuran Sukses Bisnis Digital
- 17 Agt 2026 11:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Konten viral di media sosial belum tentu mendongkrak penjualan bisnis secara signifikan. Pelaku usaha diminta melihat ukuran keberhasilan bisnis digital secara lebih menyeluruh.
Hal ini disampaikan Dr. Nurdiansyah, S.M., M.M., dosen Bisnis Digital Universitas Dipa Makassar, dalam dialog Ekonomi Digital RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menekankan viral hanya berada di urutan ketiga dalam strategi bisnis digital yang tepat.
"Viral itu cuma sekadar menarik perhatian atau memperkenalkan promosi awal, bukan tujuan akhir dalam usaha bisnis," ujar Nurdiansyah.
Menurutnya, banyak pelaku usaha keliru menjadikan viral sebagai target utama pemasaran. Padahal keramaian di media sosial belum tentu berbanding lurus dengan transaksi nyata.
Nurdiansyah menjelaskan setiap angka dalam bisnis digital menceritakan tahap berbeda. Jumlah penonton menunjukkan seberapa luas bisnis dikenal, sementara jumlah transaksi menunjukkan ketertarikan yang berhasil diubah menjadi pembelian.
Ia mengingatkan pelaku usaha tidak boleh terpaku pada omzet semata. Keuntungan dan jumlah pelanggan yang kembali membeli disebutnya sebagai indikator yang lebih penting.
"Omzet besar belum tentu berarti bisnisnya hebat," katanya.
Nurdiansyah mencontohkan banyak UMKM yang viral karena diskon besar-besaran namun tidak berkelanjutan. Ia menyebut keberlanjutan pembelian jauh lebih penting daripada sekadar ramai sesaat.
Ia menutup dengan pesan bahwa keramaian dan penjualan adalah dua hal berbeda. "Viral bisa mendatangkan keramaian, tetapi pelayanan yang konsisten mengubah keramaian menjadi penjualan," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....