Jembatan Dusun Bontang Desa Sukamaju Memasuki Proses Pengerjaan
- 15 Agt 2026 20:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Jembatan di Dusun Bontang, Desa Sukamaju, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai kini dalam proses pengerjaan setelah mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk memperbaiki akses masyarakat yang sebelumnya rusak akibat diterjang banjir besar.
Camat Tellu Limpoe, Alghazali Farti, mengatakan progres pembangunan jembatan saat ini masih berada pada tahap awal. Pekerjaan yang dilakukan masih berupa penggalian untuk fondasi dan belum masuk pada tahap pengecoran. “Kalau progresnya itu mungkin karena dia masih dalam penggalian untuk fondasi, jadi belum ada pengocoran. Mungkin masih sekitar 30 persen sampai saat ini,” kata Alghazali, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurutnya, pembangunan jembatan ditargetkan dapat rampung dalam waktu sekitar 90 hari kerja atau tiga bulan. Setelah seluruh pekerjaan selesai, jembatan itu diharapkan dapat kembali digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. “Kalau proyek itu biasanya 90 hari kerja, tiga bulan. Mungkin sekian, tidak jauh dari itu. Paling lama 90 hari,” ujarnya.
Alghazali menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat melalui bantuan Presiden. Nilai anggaran yang diterima untuk pengerjaan jembatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Ia menjelaskan, jembatan yang sedang dibangun itu sebenarnya merupakan jembatan yang sebelumnya telah ada dan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat. Jembatan tersebut rusak setelah diterjang banjir besar akibat luapan air.
“Jadi itu jembatan yang sebelumnya sudah ada, memang menjadi akses utama masyarakat di Desa Sukamaju. Ada tiga desa yang memanfaatkan jembatan itu, yakni Desa Era Baru, Desa Bua, dan Desa Sukamaju sendiri,” jelasnya.
Sebelumnya, jembatan tersebut memiliki ukuran yang relatif kecil dengan panjang sekitar enam meter. Kondisi tersebut membuat kapasitas jembatan dan aliran air menjadi terbatas ketika terjadi banjir besar.
Untuk pembangunan kali ini, ukuran jembatan direncanakan diperpanjang dan diperlebar menjadi sekitar 11 hingga 12 meter. Pelebaran dilakukan agar jembatan lebih mampu menyesuaikan dengan kondisi aliran air serta dapat dilalui kendaraan roda empat. “Estimasi 11 sampai 12 meter dari enam meter kemarin. Sekarang agak diperluas supaya aliran air agak luas juga,” katanya.
Alghazali menambahkan, jembatan tersebut tidak secara langsung menghubungkan tiga desa, tetapi menjadi jalur pintas yang dimanfaatkan oleh masyarakat dari tiga desa yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Pemerintah Kecamatan Tellu Limpoe berharap perbaikan infrastruktur serupa dapat kembali dilakukan di wilayah tersebut. Pasalnya, masih terdapat sejumlah jembatan darurat yang membutuhkan perhatian, termasuk jembatan gantung di Desa Sukamaju yang kondisinya juga telah mengalami kerusakan.
“Harapannya tentu kita inginnya seperti itu. Kalau bisa, di sini masih banyak jembatan-jembatan darurat. Ada jembatan gantung di Sukamaju yang sudah rusak juga. Kalau bisa, harapannya nanti dikerjakan juga oleh bapak-bapak kita dari TNI karena manfaatnya sangat besar,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....