Komunitas Jadi Modal Sosial Percepat Diversifikasi Pangan Sulsel
- 11 Agt 2026 21:02 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kelompok masyarakat berbasis komunitas dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan di Sulawesi Selatan. Komunitas seperti kelompok ibu-ibu, jemaah masjid, hingga komunitas hobi dianggap sebagai modal sosial yang efektif untuk mengubah kebiasaan makan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Achmad Ervan Paturusi, S.TP., M.Si., Penelaah Teknis Kebijakan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, dalam dialog program Kiprah Sulsel yang disiarkan RRI Pro 1 Makassar, Senin, 10 Agustus 2026.
"Basis komunitas itu berbasis masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat yang punya kepentingan atau interest yang sama, misalnya komunitas ibu-ibu PKK, komunitas masjid, atau komunitas berbasis hobi," kata Achmad.
Menurutnya, penganekaragaman pangan berbeda dengan ketahanan pangan. Penganekaragaman merupakan proses, sementara ketahanan pangan adalah tujuan besar yang ingin dicapai.
Ia mencontohkan kebiasaan kumpul-kumpul masyarakat seperti arisan, buka puasa bersama, dan pengajian yang selalu diiringi konsumsi pangan lokal seperti pisang goreng, ubi rebus, kacang hijau, hingga kapurung.
"Budaya kumpul-kumpul seperti arisan yang berbasis komunitas ini adalah modal sosial untuk melakukan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal," ujar Achmad.
Ia menjelaskan, kebiasaan tersebut sebenarnya sudah lama tumbuh di tengah masyarakat, namun sering tidak disadari sebagai bagian dari upaya penganekaragaman pangan. Momentum acara komunitas dinilai menjadi ruang tepat untuk kembali memperkenalkan pangan lokal yang mulai dilupakan.
Achmad menegaskan, masyarakat kini tidak lagi sekadar menjadi objek perubahan pola konsumsi, melainkan turut berperan aktif mendorong transformasi tersebut.
"Komunitas bukan hanya sebagai objek dari perubahan, tapi dia adalah changing agent, bagian dari agen perubahan masyarakat," tegasnya.
Ia berharap, melalui pertemuan-pertemuan komunitas, masyarakat dapat mengonsumsi maupun membeli produk pangan non-beras yang diproduksi di tingkat desa atau kelurahan, sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....