Pertamina Tambah Pasokan Atasi Antrean Solar Bersubsidi di Makassar
- 08 Agt 2026 07:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Kota Makassar masih dijumpai antrean panjang kendaraan yang menunggu pengisian BBM bersubsidi, khususnya Bio Solar. Peningkatan permintaan ini membuat barisan kendaraan meluas hingga ke ruas jalan di sekitar lokasi SPBU.
Antrean tersebut didominasi berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga truk logistik yang melintas di jalur strategis. Situasi ini menjadi perhatian serius PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk segera dicarikan solusi agar tidak mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan munculnya antrean disebabkan tingginya peralihan pengguna BBM non-subsidi ke jenis bersubsidi akibat selisih harga yang cukup signifikan. Hal ini membuat volume permintaan jauh melampaui pola konsumsi biasa.
"Saat ini Pertamina berupaya maksimal untuk mendistribusikan BBM lebih cepat. Dinamika antrean di sejumlah daerah terjadi karena banyak pengguna BBM nonsubsidi beralih ke BBM bersubsidi, sehingga menyebabkan antrean di sisi pengisian Pertalite dan Bio Solar," ujar Lilik Hardiyanto saat dikonfirmasi, Jumat, 7 Agusutus 2026.
Sebagai langkah nyata mengatasi hal tersebut, Pertamina telah menambah alokasi pasokan BBM bersubsidi sebesar 10 hingga 15 persen khususnya di SPBU yang mencatat antrean padat, termasuk sepanjang jalur Trans Sulawesi yang menjadi urat nadi pergerakan barang dan jasa.
Selain penambahan volume pasokan, pihaknya juga mengerahkan armada mobil tangki tambahan guna mempercepat pengisian stok ke lokasi-lokasi yang membutuhkan. Petugas marshal juga ditempatkan di titik rawan untuk membantu mengatur arus kendaraan agar antrean lebih tertib dan cepat terurai.
Pertamina pun terus menjalin koordinasi erat dengan aparat kepolisian, BPH Migas, serta pemerintah daerah. Sinergi ini bertujuan memastikan penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran kepada yang berhak dan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal.
Lilik juga mengimbau seluruh pengguna kendaraan untuk tetap bijak dan tenang. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian berlebih atau panik membeli, serta mengisi BBM sesuai kebutuhan dan spesifikasi kendaraan masing-masing.
"Kami berharap masyarakat tetap bijak dalam menggunakan energi, tidak melakukan panic buying, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan agar performa mesin tetap optimal dan konsumsi bahan bakar lebih efisien," tutupnya.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....