RT di Rappokalling Sukses Pilah Sampah, Jadi Inspirasi Dukung Program Pemkot
- 04 Agt 2026 14:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Gerakan pemilahan sampah dari sumber yang digencarkan Pemerintah Kota Makassar mendapat dukungan nyata dari masyarakat. Salah satu contoh datang dari RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, yang telah menerapkan pemilahan dan pengolahan sampah sejak 10 April 2026 atau empat bulan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan secara menyeluruh pada 1 Agustus 2026.
Ketua RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling, Sri Rahmi Mahmud, SH., MH., mengatakan, pihaknya mengajak seluruh ketua RT/RW dan masyarakat untuk mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. "Kami RT 02 RW 01 Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo sejak tanggal 10 April 2026, Alhamdulillah sudah memulai memilah sampah dan mengolah sampah organik," ujarnya, Senin 3 Agustus 2026.
Menurut Sri Rahmi, kebijakan Pemerintah Kota Makassar sangat tepat karena pemilahan sampah sejak dari rumah membuat proses pengolahan menjadi lebih mudah dan memberikan manfaat bagi lingkungan. "Alhamdulillah saat kebijakan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 kami sudah terbiasa karena sudah empat bulan menjalankannya," katanya.
Ia menjelaskan, sampah organik di wilayahnya diolah melalui berbagai metode di Sekolah Mangkasara, mulai dari ember komposter, lubang biopori, budidaya maggot hingga biopori jumbo. Selain itu, setiap lorong juga dilengkapi ember berukuran besar khusus untuk menampung sampah organik. Ember tersebut didesain agar air lindi langsung meresap ke tanah, sementara sisa material diolah menjadi kompos padat.
Sementara itu, sampah anorganik seperti gelas plastik, botol plastik, dan kardus dikumpulkan melalui bank sampah atau disedekahkan kepada pemulung di lingkungan setempat. Warga juga rutin menukarkan sampah plastik yang telah dibersihkan dengan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng melalui Bank Sampah Unit Sekolah Mangkasara.
Sri Rahmi menilai pendekatan yang memberikan manfaat langsung kepada warga menjadi salah satu kunci meningkatnya partisipasi masyarakat dalam gerakan pemilahan sampah. "Mungkin karena pendekatannya. Kami memberikan hadiah berupa sembako seperti minyak goreng, beras dan gula kepada warga yang aktif," jelasnya.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat tidak terjadi secara instan. Program tersebut diawali dengan mengajak anak-anak binaan di Sekolah Mangkasara membersihkan lingkungan, membenahi drainase, serta mengatasi titik pembuangan sampah yang selama ini meresahkan warga. Setelah itu, gerakan diperluas dengan melibatkan seluruh masyarakat. Ia berharap pengalaman RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu membiasakan diri memilah sampah, tetapi juga belajar mengolahnya agar volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir terus berkurang. "Semua berawal dari kemauan. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Di mana ada ketidakmauan, di situ banyak alasan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....